Indra Latif Syaepu
IAIN Kediri

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tradisi Anjang Sana-Sini Sebagai Bentuk Kerukunan Antar Umat Beragama di Desa Besowo Indra Latif Syaepu
EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM Vol 28, No 1 (2019): Agama, Konflik, dan Perdamaian
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v28i1.1494

Abstract

This paper sheds light on interreligious harmony taking place in the Village of Besowo where the so-called Anjang Sani-Sini tradition plays a significant role. The adaptation and integration between religion and local cultures have transformed new values in a given society. Likewise, the Anjana Sana-Sini tradition is a transformative form of an alledgedly exclusive religious doctrine within a pluralistic culture so as to bring up new ethical values or traditions. The Anjang Sana-Sini tradition is a tradition of mutual visits carried out by the residents of Besowo regardless of their religious backgrounds. The article showed that this tradition hassuccesfully fostered kinship and interreligious harmony among the people. In addition, this tradition has also created a social resilience to the threat of conflicts and at the same time estabslihed interreligious harmony in the village.Keywords: Anjang Sana-Sini, Local Culture, Interreligious Harmony
Awal Dakwah dan Historisitas Pra Islam Arabia Indra Latif Syaepu; M. Sauki
Communicative : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 1 No 1 (2020): Communicative : Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article deals with the history of pre-Islam Arabia. It talks about, politics, economics, cultures and religions. It tries to explore the situation of the civilization which was decline, while the civilization of Arab rise up. Most of Arabia is the victim of natur amaligna. The geological process is responsible for its shape and outline, a huge quadric lateral placed between two continents. At the time, trading, breeding and farming was most populer in society south arabia and north-arabia, but in Hijaz (Mecca) was impossible because the area is wiped out. They believed on paganism, because Judism and Cristianity were not popular
KOMODIFIKASI AGAMA: ISLAM FASHION SEBAGAI GAYA HIDUP DI ERA MODERN DALAM PANDANGAN MAHASISWA DAN SANTRI Indra Latif Syaepu; M Sauki
Communicative : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 2 No 2 (2021): Communicative : Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fashion bagi kalangan mahasiswa dan santri kini telah berkembang dan dimaknai sebagai sesuatu yang penting sekarang ini. Dari hasil penelitian dan hasil wawancara dengan beberapa narasumber, tak sedikit yang mengatakan bahwa fashion merupakan bentuk dari ekpresi mereka dalam beragama terrutama dengan masalah penampilan. Dalam dewasa kini, Islam bukan lagi diartikan hanya sebagai suatu pedoman ajaran hidup, namun bisa diartikan sebagai bagian dari gaya hidup di era modern. Terutama dalam komodifikasi ajaran agama dan fashion sebagai salah satu bentuk wajah baru dari identitas muslim yang ada di Indonesia, atau lebih dikenal dengan budaya Islam Fashion. Dalam metode penelitian ini, peneliti mengguanakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan sosilogis agama dengan menggunakan grand theory Max Weber dan Karl Mark. Dari hasil penelitian, Pada realitanya, peneliti sering menemukan beberapa mahasiswa yang menggunakan pakaian almamater kampus namun dengan fashion yang modis Seperti gaya model Jilbab kekinian sebagai kombinasi dari almamater tersebut. Maka dalam hal ini bisa dikatakan juga bahwa fashion merupakan bentuk ekpresi diri dengan maksud tujuan supaya orang lain suka apabila melihatnya. Sehingga akan menimbulkan rasa kesenangan dalam diri kita dan orang lain yang melihatnya. Pandangan ini jika dilihat dari segi sudut pandang nilai estetika. Komodifikasi agama yang peneliti temukan tidak hanya sebatas memberikan kesenengan secara non-materil, ada juga yang bersifat materil. Artainya mereka melakukan komodifikasi agama untuk mencari daya nilai yang bisa ditukar secara komersil, sepertihalnya kapitalisme. Penanaman konsep kapitalisme yang di imbangi oleh spritualisme dinilai akan mampu mendorong motivasi seseorang untuk mengembangkan SDM dan meningkatkan produktivitas pekerjaanya serta memaknai pekerjaanya merupakan bagian dari suatu perintah agama (ibadah). Dalam kondisi tertentu, menurut pandangan Weber, ketika seseorang bekerja dengan landalasan konsep spiritual, hal inilah yang menjadikan kaum Kristen calvin hidup dalam suatu kesederhanaan, merasakan bahagia meskipun hidupnya sederhana, orientasi materi yang mereka dapatkan haruslah berguna bagi kehidupan dunia akhirat