Miftakhul Munir
STIT PGRI Pasuruan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Metode Pengumpulan Al-Qur’an Miftakhul Munir
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.101 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v9i1.171

Abstract

Kedatangan wahyu merupakan sesuatu yang dirindukan oleh Rasulullah SAW. Oleh karena itu ketika datang wahyu, Rasulullah SAW langsung menghafal dan memahaminya. Rasulullah SAW adalah orang pertama yang menghafal Al-Qur’an. Sebagian sahabat juga menulis al-quran atas inisiatif sendiri pada pelepah kurma, lempengan batu, papan tipis, kulit atau daun kayu, pelana, dan potongan tulang belulang binatang. Zaid bin Tsabit berkata, “Kami menyusun al-quran di hadapan Rasulullah SAW pada kulit binatang.” Kodifikasi al-quran, yaitu yang terjadi pada masa khalifah Abu Bakar al-Shiddiq. Adapun faktor yang mendorong pengkodifikasian adalah banyaknya para qurra’ yang terbunuh di medan perang hingga ditakutkan hal ini akan terus terjadi dan berdampak pada punahnya para sahabat huffazh dan berujung pada punahnya al-Quran itu sendiri. Periode khalifah Utsman bin Affan agaknya menjadi periode yang komplek dengan masalah dalam hal kodifikasi al-quran (pengumpulan dan pembukuan). Bagaimana tidak, banyak orang menganggap bahwa masalah perbedaan dialek (bahasa) akan selesai pada saat khalifah Utsman membukukannya pada satu mushaf dengan satu dialek. Ternyata masalah masih berkembang. Masalahnya, perbedaan bacaan atas tulisan al-Qur’an dapat terjadi baik dalam bunyi konsonan maupun vokal, dan keduanya dilambangkan dengan pembubuhan tanda baca berupa syakal dan titik, sementara mushaf yang dihasilkan tim Utsman belum dilengkapi dengan tanda-tanda seperti itu (baris/harakat). Dari sinilah mulai berkembang inisiatif umat Islam untuk lebih mnyempurnakan al-quran hingga mudah dibaca seperti sekarang ini.