zidna zuhdana mushthoza
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

COMMON LINK VIS A VIS GHARI>B NISBI> (Aplikasi Hadis tentang Wanita sebagai Sumber Fitnah) zidna zuhdana mushthoza
UNIVERSUM : Jurnal KeIslaman dan Kebudayaan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/universum.v15i2.3805

Abstract

This paper discussed the common link theory applied through the hadith about women as a source of slander which was considered false by Juynboll; associated with the discussion of the gharib nisbi hadith in the Muslim tradition. Common link, invented by Joseph Schact and developed by Juynboll, was interpreted as forgers or disseminators of hadith. Using theory of common link–the medium of criticism for sanad authenticity–that tended to claim the hadith was made by common link narrator, could be proved that one narrator was not always falsified the hadith. Therefore, future research was needed to investigate whether the narrator himself gets the hadith from his teacher indeed or not. In this case, this paper argued that common link theory was identical with gharib nisbi hadith in which a hadith initially narrated by some narrators, then narrated by one narrator in the middle of chain. Despite some hadith critics doubt about its validity, the discussion result was in line with al-Shafi'i who did not judge from the quantity of the narrators, but from the quality of the narrators.Tulisan ini membahas mengenai aplikasi teori common link melalui hadis tentang wanita sebagai sumber fitnah yang dianggap palsu oleh Juynboll dengan mengaitkan pada pembahasan hadis gharib nisbi dalam tradisi Muslim. Common link yang digagas oleh Joseph Schact dan dikembangkan oleh Juynboll secara sederhana dapat diartikan sebagai pemalsu atau penyebar hadis. Penggunaan teori common link sebagai media kritik otentitas sanad yang cenderung mengklaim bahwa hadis itu adalah buatan perawi common link dapat dijawab bahwa tak selamanya perawi tunggal itu memalsukan hadis. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian lebih lanjut apakah perawi itu benar-benar sendiri ketika mendapatkan hadis dari gurunya. Berdasarkan hal tersebut, tulisan ini berpandangan bahwa teori common link identik dengan sistem hadis gharib nisbi yaitu hadis yang pada awalnya diriwayatkan oleh beberapa perawi kemudian diriwayatkan oleh seorang perawi saja pada pertengahan jalur sanadnya. Meskipun beberapa kritikus hadis meragukan kevalidannya, hasil bahasan ini sejalan dengan pendapat al- al-Shafi'i yang tidak menilai dari kuantitas perawi, melainkan melihat dari kualitas perawi.
ANTROPOLOGI INTERPRETATIF CLIFFORD GEERTZ: STUDI KASUS KEAGAMAAN MASYARAKAT BALI DAN MAROKO Nurus Syarifah; Zidna Zuhdana Mushthoza
HUMANIS: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 14 No 2 (2022): Juli
Publisher : LPPM UNISDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This paper discusses Clifford Geertz's thoughts on religion as a cultural system. Geertz is an American cultural anthropologist. According to Geertz, religion and culture are an inseparable unit. Through an interpretative-anthropological approach, Geertz wants to see all religions directly through the eyes of their adherents. This approach is separated from functionalism and reductionism and is more towards an appreciation of the peculiarities of the human dimensions of religion, as well as the ideas, attitudes and goals that arise from these religions. An interpretive anthropological approach is applied by Geertz through a case study in Bali and also a comparison between Indonesia and Morocco. In Bali, Geertz classifies the Balinese religion into traditional religion because this religion contains polytheism, local people's mythology and almost no rational nuances in their theology even though they call it Hinduism. Meanwhile, from the Indonesia-Morocco comparison, Geertz found three differences regarding religious activities, namely the first classical Islamic model. Second, the challenge of the scripturalists. Third, outlook on life and ethos.
COMMON LINK VIS A VIS GHARIB NISBI (Aplikasi Hadis tentang Wanita sebagai Sumber Fitnah) Zidna Zuhdana Mushthoza
UNIVERSUM: Jurnal Keislaman dan Kebudayaan Vol. 15 No. 2 (2021): December 2021
Publisher : LPPM IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/universum.v15i2.711

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai aplikasi teori come link melalui hadis tentang wanita sebagai sumber fitnah yang dianggap palsu oleh luynboll dengan mengaitkan pada pembahasan hadis ghari>b nisbi> dalam tradisi Muslim Common link yang digagas oleh Joseph Schact dan dikembangkan oleh Juynholl secara sederhana dapat diartikan sebagai pemalsu atau penyebar hadis. Penggunaan teori common link sebagai media kritik otentitas sanad yang cenderung mengklaim bahwa hadis itu adalah buatan perawi common link dapat dijawab bahwa tak selamanya perawi tunggal itu memalsukan hadis. Oleh karena ita, perlu adanya penelitian lebih lanjut apakah perawi itu benar-benar sendiri ketika mendapatkan hadis dari gurunya. Berdasarkan hal tersebut, tulisan ini berpandangan bahwa teori common link identik dengan sistem hadis glari>b nisbi> yaitu hadis yang pada awalnya diriwayatkan oleh beberapa perawi kemudian diriwayatkan oleh seorang perawi saja pada pertengahan jalur sanadaya. Meskipun beberapa kritikus hadis meragakan kevalidannya, hasil bahasan ini sejalan dengan pendapat al- al-Shafi'i yang tidak menilai dari Kuantitas perawi, melainkan melihat dari kualitas perawi