Muhammad Anshori
Pascasarjana UIN Sunan Kaljaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP SAHABAT MENURUT MAḤFŪẒ AL-TARMASĪ (1842-1920 M) Muhammad Anshori
UNIVERSUM : Jurnal KeIslaman dan Kebudayaan Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/universum.v11i1.593

Abstract

This article tries to explore the concept of shahabat in a book Manhaj Żawīal-Naẓar written by Maḥfūẓ al- Tarmasī. This book is Sharḥ Naẓm Alfīyah al-Suyūṭī (died in 911 H) consisting of 980 stanzas, and is added 20 stanzas by al-Tarmasī, so the total is 1000 stanzas. One of the interesting point to be discussed in hadith study is the concept of shahabat, the first source of hadith. The validity of shahabat becomes polemic between Sunni and Shi’i, especially on the concept of shahabat justice. In the book, there is no new concept of shahabat’s justice in general. Al- Tarmasī only repeats the previous ulama’s explanations in his book. By following the majority of ulama, he states that all shahabat are ādil (fair), but the reality shows that not all of them are ādil (fair). This article has been proved it by quoting some sources. Modern Muslim scholars also ask about the concept of al-ṣaḥābah kulluhum udūl. In some literatures, it has been mentioned some shahabat’s attitudes that did not show the Islamic values. There are many examples of bad shahabat’s behavior, so it can be said that the concept of al-ṣaḥābah kulluhum udūl does not have to be understood that all shahabat are ādil (fair). The appropriate meaning is that some of shahabat are ādil (fair) since “kullu” here is juz’iyah (some), not kulliyah (whole). Keywords: ādil, Maḥfūẓ al-Tarmasī, Manhaj Żawīal-Naẓar, Sahabat
KONSEP SAHABAT MENURUT MAḤFŪẒ AL-TARMASĪ (1842-1920 M) Muhammad Anshori
UNIVERSUM: Jurnal Keislaman dan Kebudayaan Vol. 11 No. 01 (2017): Januari 2017
Publisher : LPPM IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/universum.v11i01.726

Abstract

Tulisan ini mencoba untuk mengeksplorasi konsep sahabat dalam kitab Manhaj Żawīal-Naẓarkarya Maḥfūẓ al-Tarmasī. Kitab ini merupakan Sharḥ Naẓm Alfīyah al-Suyūṭī (w. 911 H) yang terdiri dari 980 bait syair, kemudian ditambah 20 bait oleh al-Tarmasīsehingga jumlahnya genap 1000 bait. Salah satu hal menarik yang dikaji dalam kajian hadith adalah tentang konsep sahabat yang merupakan sumber atau periwayat pertama suatu hadith. Keabsahan seorang sahabat memang menjadi polemik antara Sunni dan Shi’i, lebihlebih tentang konsep keadilan sahabat. Dalam kitab tersebut sama sekali tidak ada konsep yang baru tentang konsep sahabat secara umum, apalagi tentang keadilan sahabat. Al-Tarmasī hanya mengulangi penjelasanpenjelasan ulama terdahulu dalam menulis kitabnya. Dengan mengikuti jumhur ulama ia mengatakan bahwa semua sahabat ādil, tetapi fakta sejarah mengatakan bahwa tidak semua sahabat ādil. Tulisan ini telah membuktikan hal tersebut, dengan mengutip beberapa sumber yang ada. Sarjana-sarjana Muslim modern juga mempertanyakan tentang konsep al-ṣaḥābah kulluhum udūl. Dalam beberapa literatur telah dicontohkan beberapa kelakuan sahabat-sahabat yang sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai keislaman.Banyak sekali contoh kasus perbuatan sahabat yang tercela sehingga bisa dikatakan bahwa konsep al-ṣaḥābah kulluhum udūl tidak harus dipahami sebagai semua sahabat ādil. Pengertian yang tepat adalah sebagian sahabat adalah ādil karena “kullu” di sini bersifat juz’iyah (sebagian), bukan kulliyah (menyeluruh).