Lutfatul Fitriana
Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Ners

Analisis Perbedaan Informasi Anatomi Mri Lumbal Menggunakan Sekuen T2 Tse Fat Saturation Mode Weak dan Strong Pada Kasus Hernia Nukleus Pulposus Fani Gimnastiar; Lutfatul Fitriana; Arga Pratama Rahardian; Hernastiti Sedya Utami; Alan Samudra
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45299

Abstract

Herniasi Nukleus Pulposus (HNP) merupakan salah satu penyebab utama nyeri pinggang yang sering dijumpai pada populasi usia produktif, khususnya antara 30 hingga 50 tahun, dengan puncak kejadian pada usia 40–45 tahun. Kondisi ini terjadi akibat penonjolan nucleus pulposus melalui annulus fibrosus discus intervertebralis, yang dapat menekan saraf dan menimbulkan nyeri. Pemeriksaan MRI menjadi modalitas utama dalam mendiagnosis HNP karena kemampuannya dalam menampilkan jaringan lunak secara detail, terutama dengan teknik fat suppression yang berfungsi untuk menekan sinyal lemak agar visualisasi struktur anatomi menjadi lebih jelas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas citra antara sekuen T2 TSE Fat Saturation mode weak dan strong pada MRI lumbal pasien HNP. Menggunakan pendekatan kuantitatif terhadap 10 pasien di RS SMC Telogorejo Semarang, penilaian dilakukan oleh dua dokter spesialis radiologi melalui metode visual grading analysis. Hasil uji Wilcoxon Signed Test menunjukkan bahwa T2 Fat Sat mode strong memberikan kualitas citra yang lebih baik secara signifikan pada struktur discus intervertebralis, medulla spinalis, CSF, spinal cord dengan nilai p < 0,05 yang menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan. Sedangkan pada corpus vertebrae, ligamentum flafum dan ligamentum posterior tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Dengan mean rank lebih tinggi pada mode strong (17,69) dibandingkan weak (15,50) dan nilai p < 0,001 secara keseluruhan, disimpulkan bahwa sekuen T2 Fat Sat mode strong lebih efektif dalam menghasilkan informasi anatomi yang optimal pada pemeriksaan MRI lumbal kasus Hernia Nukleus Pulposus.
Analisis Informasi Citra Anatomi Ct Scan Abdomen Kontras Pada Penggunaan Variasi Filter Kernel Kristina Wati; Fani Susanto; Lutfatul Fitriana; Fathur Rachman Hidayat; Ara Novita Safitri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.45893

Abstract

Pada pemeriksaan Ct Scan Abdomen sering kali dijumpai tidak ada keseragaman dalam menggunakkan filter kernel oleh rafiografer. Adanya ketidak seragaman menggunakan filter kernel oleh radiografer, tentu akan mengakibatkan informasi citra yang dihasilkan tidak seragam oleh radiografer yang satu dengan yang lain. Oleh karena itu perlu adanya penelitian lebih lanjut terkait penggunaan variasi filter kernel dalam pemeriksaan Ct Scan Abdomen khususnya dalam menganalisis informasi citra anatomi yang di hasilkan.Tujuan penelitian ini untuk mebandingkan dan mengetahui informasi citra yang dihasilkan dengan menggunakan variasi filter kernel yang berbeda. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif eksperimental. Penelitian dilakukan di Instalasi Radiologi RS Dr. Oen Kandang Sapi Solo. Sampel terdiri dari 7 pasien Ct Scan Abdomen kontras. Hasil citra dianalisis oleh 2 observer Dokter Spesialis Radiologi menggunakkan kueisioner dengan metode visual grading analysis (VGA). Hasil kueisioner diuji statistik dengan uji kosistensi cohen’s kappa dan uji friedman.Variasi filter kernel dilakukan pada setiap pasien dengan 4 jenis variasi filter kernel untuk melihat efeknnya. Hasil uji statistik menyatakan bahwa p-value <0,005 maka variasi filter kernel B30s (medium smooth), B41s (medium +), B50s (medium sharp), dan B80s (very sharp) menunjukkan perbedaan informasi citra Ct Scan Abdomen kontras. Penelitian ini menunjukkan ada perbedaan nilai informasi citra anatomi yang signifikan antara ke empat variasi filter kernel. Maka variasi filter kernel B30s (medium smooth) disarankan untuk pemeriksaan Ct Scan Abdomen kontras, karena dalam uji statistik menunjukkan bahwa B30s (medium smooth) memberikan informasi citra yang paling optimal.
Analisis Pengaruh dan Optimalisasi Nilai Full Width At Half Maximum (Fwhm) Terhadap Spektrum Metabolit Metode Multi-Voxel Magnetic Resonance Spectroscopy (Mrs) Fannisa Rahma Pradika; Arga Pratama Rahardian; Hernastiti Sedya Utami; Lutfatul Fitriana; Putri Susilowati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47221

Abstract

Full Width at Half Maximum (FWHM) merupakan indikator penting dalam Magnetic Resonance Spectroscopy (MRS) karena memengaruhi kualitas spektrum metabolit dan berpengaruh terhadap akurasi kuantifikasi metabolit. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti rentang nilai FWHM optimal untuk metode multi voxel. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh variasi nilai FWHM terhadap spektrum metabolit serta menentukan nilai FWHM optimal untuk memperoleh spektrum dengan kualitas terbaik. Sampel penelitian sebanyak 12 pasien MRS brain menggunakan MRI 1,5T dengan variasi FWHM (10–14 Hz, 15–18 Hz, 20–22 Hz, dan 23–25 Hz). Nilai integral metabolit N-Acetyl Aspartate (NAA), Creatine (Cr), dan Choline (Cho) dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, Levene’s test, One-Way ANOVA, dan Kruskal-Wallis. Wawancara terhadap observer untuk mengetahui pengaruh FWHM terhadap spektrum. Hasil menunjukkan bahwa variasi nilai FWHM tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai integral NAA (p = 0,993), Cr (p = 0,399), dan Cho (p = 0,492). Namun, berdasarkan hasil uji statistik deskriptif nilai integral metabolit, rentang FWHM 15–18 Hz memberikan hasil spektrum yang lebih stabil. Meskipun tidak signifikan secara statistik terhadap nilai integral metabolit, rentang FWHM 15–18 Hz direkomendasikan sebagai nilai optimal untuk memperoleh kualitas spektrum terbaik pada MRS multi voxel.