Agus Subagiyo
Prodi D4 Kesling Purwokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGOLAHAN LIMBAH MEDIS PADAT PADA 2 (DUA) PUSKESMAS RAWAT INAP DAN 2 (DUA) PUSKESMAS NON RAWAT INAP DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Ilham Khumaidi; Agus Subagiyo; Teguh Widiyanto
Buletin Keslingmas Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.482 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i4.3104

Abstract

Pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) merupakan salah satu unit pelayanan kesehatan yang dalam kegiatannya menghasilkan limbah medis maupun limbah non medis baik dalam bentuk padat maupun cair. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem pengolahan limbah medis padat ada 2 (dua) PuskesmasĀ  Rawat Inap danĀ  2 (dua) Puskesmas Non rawat Inap di Kabupaten Banyumas.Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Proses pengolahan sampah yang di lakukan setiap puskesmas yang di teliti sama yaitu dari mulai penimbulan, pewadahan, pengumpulan, pengangkutan pengolahan dan pembuangan akhir sudah sama semua di setiap puskesmas sudah ada tempat sampah yang terpisah antar sampah medis dan non medis. Akan tetapi untuk plastik bewarna pewadahan belum dilaksanakan untuk Puskemas II Cilongok dan Puskesmas II Kembaran.Kesimpulan dari penitian ini adalah pengelolaan limbah medis padat pada Puskesmas I Sokaraja, Puskesmas I Cilongok, Puskesmas II Cilongok, dan Puskesmas II Kembaran dapat dikatakan sudah sesuai dengan pengelolaan limbah medis menurut Kepmenkes No 1428/MENKES/SK/XII/2006.Saran yang diberikan kepada Puskesmas di Kabupaten Banyumas memperbaiki pengelolaan limbah medis padat dan non medis khususnya untuk pelabelan tempat sampah, penggunaan kantong plastik bewarna, dan tempat penampungan yang harus ada.
FAKTOR INTERNAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR ENZIM CHOLINESTERASE PADA DARAH PETANI KENTANG DI GAPOKTAN AL-FARRUQ DESA PATAK BANTENG KECAMATAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO TAHUN 2016 Aulia Bagas Wicaksono; Teguh Widiyanto; Agus Subagiyo
Buletin Keslingmas Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.819 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i3.2985

Abstract

Upaya perlindungan kesehatan masyarakat dalam Peraturan Pemerintah No 66 tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan Pasal 39 dilakukan untuk mewujudkan lingkungan sehat yang bebas dari unsur yang menimbulkan gangguan kesehatan. Pasal 39 Ayat 2 huruf e menjelaskan unsur yang menimbulkan gangguan kesehatan adalah pestisida. Di Indonesia banyak terjadi kasus keracunan pestisida yaitu penurunan kadar enzim cholinesterase. Pestisida masuk kedalam tubuh manusia salah satunya melalui faktor internal. Tujuan penelitian yaitu mengetahui faktor internal yang berhubungan dengan kadar enzim cholinesterase. Metode penelitian observasional dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan Maret hingga Juni 2016. Populasi dan sampel penelitian yaitu total petani kentang di Gapoktan Al-Farruq dengan jumlah 38 petani kentang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan pemeriksaan laboraturium. Analisis univariate menggunakan distribusi frekuensi, dan bivariate menggunakan uji chi-square dengan a 5%. Hasil penelitian menggunakan alaisis bivariat menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara keadaan kesehatan dengan kadar enzim cholinesterase (p=1,000), tidak ada hubungan antara umur dengan kadar enzim cholinesterase (p=0,613), tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kadar enzim cholinesterase (p=0,226), tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan kadar enzim cholinesterase (p=0,913), tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kadar enzim cholinesterase (p=273). Simpulan dari hasil penelitian yaitu tidak ada hubungan antara keadaan kesehatan, umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pengetahuan dengan kadar enzim cholinesterase. Disarankan dilakukan penyuluhan oleh dinas pertanian dan dinas kesehatan mengenai penggunaan dan penanganan pestisida yang baik.