ARIF WIDYANTO
Prodi D-III Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DESKRIPSI EPIDEMIOLOGI DAN PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KECAMATAN PURBALINGGA KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2012-2016 Nur Zahra Priharyati; ARIF WIDYANTO
Buletin Keslingmas Vol 37, No 2 (2018): BULETIN KESLINGMAS VOL 37 NO 2 TAHUN 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.738 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v37i2.3837

Abstract

AbstrakPemberantasan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) selain dengan pengobatan terhadap penderita,dapat dilakukan dengan cara pengendalian vektornya. Berdasarkan laporan DKK Purbalingga kaustertinggi DBD di Kabupaten Purbalingga adalah Kecamatan Purbalingga sebnyak 42 kasus.Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui gambaran epidemiologi dan pengendalian DBD di KecamatanPurbalingga Kabupaten Purbalingga pada tahun 2012-2016.Jenis penelitian yang digunakan adalahdeskriptif.Data disajikan dalam bentuk narasi terstruktur, grafik, dan table.Hasil penelitian menunjukkanbahwa kasus DBD pada tahun 2012 sampai tahun 2016 berdasarkan penderita yang meliputi umur danjenis kelamin yaitu untuk umur tertinggi penderita pada usia 12 sampai dengan 25 tahun dengan jumlah53 kasus, jenis kelamin terbanyak pada penderita DBD adalah laki-laki yaitu 273 kasus. Penyebarankasus berdasarkan pada waktu kejadian tertinggi pada bulan Februari, dan kondisi persebaran tertinggidi kelurahan Wirasana.Tindakan pengendalian vektor DBD telah dilakukan beberapa kegiatan secaraberkala dan berkelanjutan seperti survey jentik berkata, abatisasi, PSN, fogging, dan penyuluhan.Kesimpulan penelitian menunjukan kasus DBD sejak tahun 2012-2016 adalah untuk umur penderitatertinggi umur 12-25 tahun, jenis kelamin tertinggi adalah laki-laki. Penyebaran kasus tertinggi berdasarwaktu tertinggi adalah bulan Februari, dan tempat dengan kasus tertinggi adalah Wirasana.tindakanpengendalian vektor yang telah dilakukan adalah Pemeriksaan Jentik Berkala, Pemberantasan SarangNyamuk, abatisasi, fogging, dan penyuluhan. Saran untuk ini adalah meningkatkan program PSN untuk mencegah persebaran kasus DBD.