Hari Rudijanto I. W
D-IV Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PERASAN DAUN LIDAH MERTUA (Sansevieria trifasciata prain) TERHADAP ANGKA KUMAN UDARA DI RUANG KELAS R226, R221, dan R222 KAMPUS 7 POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG TAHUN 2018 Hadita Deni Ayu Puspitasari; Teguh Widyanto; Hari Rudijanto I. W
Buletin Keslingmas Vol 38, No 1 (2019): BULETIN KESLINGMAS VOL 38 NO 1 TAHUN 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.523 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v38i1.4071

Abstract

Latar belakang Kualitas udara di ruang perkuliahan perlu diperhatikan karena udara menjadi media penularan penyakit. Alternatif yang bisa digunakan adalah dengan pemanfaatan perasan daun lidah mertua (Sansevieria trifasciataprain).Tanaman lidah mertua memiliki berbagai manfaat salah satunya sebagai antibakteri.Hal ini dikarenakan dalam beberapa penelitian, tumbuhan Sansevieria diketahui memiliki potensi sebagai zat antibakteri. Tujuan menganalisis pengaruh perasan lidah mertua terhadap penurunan angka kuman udara di ruang R226, R221, dan R222 Jurusan Kesehatan Lingungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen dengan rancangan pre post design. Variable bebas perasan daun lidah mertua konsentrasi 10%,15%, dan 25%, variable terikat angka kuman udara. Hasil pemeriksaan angka kuman udara rata-rata sebelumĀ  perlakuan diruang R226 didapatkan hasil 331.5 koloni/jam/feet2 dan rata setelah perlakuan 10% 355.33 koloni/jam/feet2. Pada R221 angka kuman sebelum perlakuan 355.5 koloni/jam/feet2 dan setelah perlakuan 233.167 koloni/jam/feet2. Pada R222 angka kuman sebelum perlakuan 433 koloni/jam/feet2 dan setelah perlakuan sebesar 225.5 koloni/jam/feet2. Dosis efektif perlakuan (10%,15% dan 25%) terhadap penurunan angka kuman udara ruang R226, R221 dan R222 adalah konsentrasi 15% sebesar 57.67 % dalam 4 ml/m3. Simpulan dari hasil penelitian bahwa secara statistik pemakaian perasan lidah mertua tidak ada pengaruh terhadap penurunan angka kuman udara di ruang kelas R226, R221 dan R222 Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang. Disarankan sebaiknya meningkatkan kebersihan perilaku pengguna ruangan, lantai dibersihkan menggunakan antiseptik, membuka jendela dipagi hari sebelum menyalakan AC, dan untuk peneliti selanjutnya sebaiknya menggunakan butiran mist dengan konsentrasi perasan yang lebih tinggi.