Eka Pujo Sakti
Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Karakterisasi Sifat Mekanis Hasil Las SMAW dan MIG pada Frame Kursi Penumpang Bus di Industri Karoseri Eka Pujo Sakti
Jurnal Teknik Mesin Vol. 3 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.152 KB)

Abstract

Pengelasan adalah kumpulan teknologi untuk memperoleh suatu sambungan mati yang dilakukan dengan pemanasan yang mencapai suhu titik cair dari logam dengan menggunakan bahan tambah atau tanpa bahan tambah. Pada proses perakitan karoseri pada tahap penyambungan dengan pengelasan (welding) menggunakan beberapa macam pengelasan yaitu sebagai berikut: lasshielded metal arc welding (SMAW), lasmetal inert gas (MIG). Batasan masalah pada penelitian perbandingan karakteristik hasil las SMAW dan MIG dengan bahan baja untuk frame kursi bus adalah sebagai berikut: Bahan pipa baja dengan dimensi : diameter (D0) 26,85 mm, tebal (t) 1,93 mm. Proses pengelasan dengan metode SMAW dilakukan pada CV. XYZ. Obyek penelitian adalah frame bangku untuk bus yang dilas (Metode SMAW dengan elektorda RD260 sepsifikasi AWS 6013, metode MIG dengan eletroda ER70S) .Pengujian komposisi kimia bahan frame bangku untuk bus. Pengujian tarik, struktur mikro dan kekerasan dilakukan pada Laboratorium pengujian bahan IST Akprind Yogyakarta. Pada penelitian perbandingan karakteristik hasil las SMAW dan MIG dengan bahan baja untuk frame kursi bus memperoleh hasil sebagai berikut : Berdasarkan data hasil uji komposisi vahan frame bangku bus mendekati baja AISI 1006, komposisi kimia vahan frame bangku bus terdiri dari: 0,0775%C, 0,2493%Mn, 0,0136%P, dan 0,0077%S. Padabahan frame bangku bus penyambungan dengan menggunakan metode MIG menunjukkan rata-rata tegangan tarik maksimum rata-rata37,26 kg/mm2, hasil sambungan menggunakan pengelasan SMAW rata – rata tegangan tarik max 36,97 kg/mm2. Regangan sambungan las pada metode MIG 25,01%, sedangkan pada metode SMAW adalah 20,12%. Proses penyambungan pada pembuatan frame bangku bus dengan pengelasan MIG lebih baik dibandingkan dengan metode SMAW dilihat dari harga kekerasan, rata-rata regangan dan kekuatan tarik