Muhamad Choirul Anwar
Prodi D IV Kesehatan Lingkungan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PAPARAN DEBU DENGAN KAPASITAS PARU TENAGA KERJA DI PABRIK KAYU PT. KEMILAU ANUGRAH SEJATI DESA PAGERAJI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015 Bayu Aji Februar; Yulianto Yulianto; Muhamad Choirul Anwar
Buletin Keslingmas Vol 35, No 2 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.836 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i2.3092

Abstract

Udara adalah campuran gas yang terdapat pada permukaan bumi. Komposisi udara normal 78%, Nitrogen, Oksigen 21%, dan 1% Uap air, Karbondioksida, dan gas-gas lain. (PP : No. 41 Tahun 1999) Kadar debu yang dizinkan di udara tempat kerja menurut Permenaker No. 13 Tahun 2011 tentang nilai ambang batas faktor fisik dan faktor kimia adalah (≤ 5 mg/m3). Tujuan penelitian mendiskripsikan hubungan paparan debu dengan kapasitas paru tenaga kerja Di Pabrik Kayu PT. Kemilau Anugrah Sejati Desa Pageraji Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Metode penelitian digunakan adalah dengan pendekatan cross sectional. Uji statistik menggunakan pearson product moment menunjukan hubungan paparan debu dengan FEV1 sangat rendah. Nilai (p = 0,842) lebih besar dari (α = 0,05), berarti tidak ada hubungan antara paparan debu dengan FEV1, hubungan paparan debu dengan FVC sangat rendah. Nilai (p = 0,415) lebih besar dari (α = 0,05), yang berarti tidak ada hubungan antara paparan debu dengan kapasitas paru. Simpulan bahwa tidak ada hubungan paparan debu dengan FEV1 dan FVC.Perlu dilakukan penelitiaan lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar atau semua pekerja di PT. Kemilau Anugrah Sejati.
HUBUNGAN SANITASI SUMUR GALI DAN KUALITAS BAKTERIOLOGIS DENGAN PREVALENSI DIARE INFEKSI DI DESA PANGEBATAN KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 Aditya Puspitasari; Muhamad Choirul Anwar
Buletin Keslingmas Vol 35, No 4 (2016): Bulletin Keslingmas Volume 35 Nomor 4 Tahun 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.266 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v35i4.3093

Abstract

Diare infeksi adalah diare yang disertai demam atau lender atau darah dalam tinja yang disebabkan virus, bakteri, dan parasit. Gejala yang ditimbulkan demam, nyeri kepala, mual, dan muntah. Salah satu faktor yang menjadi penyebab timbulnya penyakit diare infeksi yaitu factor lingkungan (sanitasi dan konstruksi sumur gali, kualitas bakteriologis dan perilaku penggunaan sarana air bersih). Penelitian yang digunakan adalah metode analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah populasi sebesar 168 sumur dengan dengan teknik random sampling dan metode cluster sampling mengambil 20% didapat sampel sebanyak 34 sumur. Variabel yang diteliti sanitasi sumur gali, kualitas bakteriologis dan perilaku pengguna sumur gali. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik Chi square (X2). Hasil penelitian menunjukan sanitasi sumur gali dengan prevalensi diare tidak terdapat hubungan sebab X2 diperoleh nilai P = 0,513 (P0,05) ; tidak terdapat hubungan kualitas bakteriologis dengan prevalensi diare sebab X2 menunjukan nilai P= 0,546 (nilai p0,05) ; ada hubungan signifikasi perilaku pengguna dengan prevalensi diare menunjukan nilai P = 0,031 (nilai P0,05). Kesimpulanpenelitian ini sanitasi sumur gali dan kualitas bakteriologis tidak memiliki hubungan yang bermakna. Faktor yang memiliki hubungan dengan terjadinya diare yaitu perilaku pengguna sumur gali. Peneliti menyarankan agar masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan hidup bersih dan sehat.