Abstrak Bahan, alat, produksi dan lingkungan kerja berpotensi menimbulkan bahaya bagi kesehatan dan keselamatan kerja. Parameter kadar debu, suhu, kelembaban, kecepatan dan arah angin merupakan hal yang harus diperhatikan bagi pekerja dan lingkungan kerja untuk mengetahui kualitas lingkungan kerja, sumber bahaya, pengendalian resiko dan meminimalisir kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar debu di 13 ruang produksi PT. Raja Besi Semarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan crossectional. Hasil pengukuran rata-rata kadar debu 10µm 9,979 mg/m3. , 2,5µm 9,17 mg/m dan debu total 9,864 mg/m3. Rata-rata pengukuran suhu 29,76 0C, kelembaban 65,07%, kecepatan angin 0,61m/s, arah angin menunjukkan ke arah Timur Laut dan penilaian kondisi sanitasi didapatkan hasil 85,36%. Peneliti menyimpulkan kadar debu dengan ukuran partikel 1µm melebihi standar, 2,5µm, 10µm, dan debu total memenuhi setandar Kepmenkes NO.1405/Menkes/SK/XI/2002 untuk kandungan debu maksimal di dalam ruangan, selama pengukuran 8 jam adalah 10 mg/m3. Suhu memenuhi setandar (18-30 0C), kelembaban memenuhi setandar (6596%), kecepatan angin melebihi setandar (0,15-0,25 m/s) arah angin menunjukkan ke arah Timur Laut dan kondisi Sanitasi yang sangat baik. Saran yang diberikan kepada peneliti lain adalah selain mengukur kadar debu juga mengukur kapasitas paru pada pekerja. 3., 1µm 11,024 mg/m3