Susiyanti Susiyanti
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI KADAR Pb PADA MAKANAN JAJANAN DODOL CIKAL, ONDE-ONDE, KUE APEM DAN GORENGAN TAHU ACI DI PASAR BANJARAN-ADIWERNA, KABUPATEN TEGAL TAHUN 2016 Nurul Itsnaeni; Susiyanti Susiyanti
Buletin Keslingmas Vol 36, No 3 (2017): Bulletin Keslingmas Vol 36 No 3 Tahun 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.074 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v36i3.2991

Abstract

Pb merupakan salah satu zat pencemaran udara yang berasal dari sisa pembakaran kendaraan bermotor.Udara yang tercemar oleh partikel dan gas ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang berbeda tingkatandan sejenisnya, gangguan tersebut terutama terjadi pada fungsi fatal dari organ tubuh seperti paru-paru danpembuluh darah atau menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. Jumlah kadar Pb yang ada di udara dapatmempengaruhi lingkungan disekitarnya antara lain makanan yang di jual pinggir jalan khususnya makananjajanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada dan tidaknya kadar Pb pada makanan jajanan, prilakupenjamah serta kepadatan kendaraan di Pasar Banjaran-adiwerna, Kabupaten Tegal tahun 2016. Metodepenelitian yang digunakan adalah deskriptif, yaitu untuk mengetahui kadar Pb pada makanan jajanan di PasarBanjaran-Adiwerna, Kabupaten Tegal tahun 2016. Pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan kadar Pb diLaboratorium Kesehatan Lingkungan Kota Tegal. Penyajian dilakukan dengan cara mendeskripsikan data dalambentuk narasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian menunjukan tidak adanya kadar Pb pada makanan jajanandodol cikal, onde-onde, kue apem dan gorengan tahu aci. Perilaku penjamah makanan jajanan tiga pedagang, duapedagang dikategorikan cukup dengan skor 75% dan satu pedagang dikategorikan kurang dengan skor 50%.Kepadatan kendaraan di sekitar lokasi rata-rata 0,102 smp/jam. Makanan jajanan yang diperjual belikan di PasarBanjaran-Adiwerna, Kabupaten Tegal tidak mengandung timbal Pb. Bagi penjamah makanan sebaiknyamenggunakan celemek, tutup kepala dan menyediakan alat penjepit makanan.
DESKRIPSI KASUS MALARIA DI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2009 – 2013 Annisa Rosada; Susiyanti Susiyanti
Buletin Keslingmas Vol 34, No 2 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 2 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.162 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i2.3027

Abstract

Malaria is an infectious disease of the blood parasite plasmodium which is transmitted by mosquitoAnopheles sp. Malaria cases in Purworejo in 2000 as many as 33 543 cases or API (Annual ParasiteIncidence) 43.7 ‰, to 2009 cases continue to decrease the number of cases or API 359 ‰ 0:47.Beginning in 2010 increased the number of cases 372 or API (Annual Parasite Incidence) 0:49 ‰,whereas in 2011 occurred in 1001 cases of malaria or API (Annual Parasite Incidence) 1:34 ‰. 547cases occurred in 2012 with the API (Annual Parasite Incidence) of 0.57 ‰. This study aims to determinethe description of cases of malaria in Purworejo over the last 5 years (2009-2013).The method used in this research is descriptive. The study was conducted by collecting secondarydata from the District Health Office Purworedjo which includes the data of malaria cases in 2009-2013and data on malaria control Purworejo.The results showed malaria cases in 2009-2013 were highest in 2011 and the Health Center is ahealth center Kaligesing with the highest case. Index cases were indegeneus identified more with thetype of parasite highest P.falcipharum the ring phase. Control program runs quite well but health centerwith stratification HCI (High Case Incidence) is always there every year, especially in the last 3 yearsHealth Center Kaligesing always with stratification HCI (High Case Incidence).The conclusion of this research is the possibility of persistence of malaria cases occur due togeographical barriers and the possibility of resistance (vector and parasite). From these results it isexpected that the District Health Office Purworejo further improve the early warning system and try analternative to the control of environmental modification.
STUDI INTENSITAS SUARA DI BAGIAN PRODUKSI PT. RAJA BESI SEMARANG TAHUN 2015 Afif Mu'rifatuluthfi; Susiyanti Susiyanti
Buletin Keslingmas Vol 34, No 4 (2015): Bulletin Keslingmas Vol 34 No 4 Tahun 2015
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.373 KB) | DOI: 10.31983/keslingmas.v34i4.3036

Abstract

Lingkungan yang sehat mencakup lingkungan tempat kerja yang terbebas dari unsur-unsur yangmenimbulkan gangguan kesehatan seperti kebisingan yang melebihi ambang batasBagaimana Intensitas suara danupaya pengendalian pada bagian produksi pabrik besi PT. Raja Besi Semarang. Mengetahui intensitas suara danupaya pengendalian pada bagian produksi pabrik besi PT. Raja Besi Semarang.Metode penelitian deskriptif. untukmenggambarkan kondisi pabrik besi bagian produksi PT.Raja Besi Semarang dengan sajian tabel dan narasi data.Hasil pengukuran intensitas suara dibagian produksi di PT.Raja Besi Semarang dengan 13 titik lokasi pengukuransetelah dibandingkan dengan Permenakertras No.PER.13/MEN/X/2011 Tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisikadan Faktor Kimia di tempat kerja ada 8 lokasi yang melebihi NAB, dan ada 5 lokasi yang tidak melebihi NAB.Upaya pengendalian yang dilakukan untuk sumber bising dilakukan perawatan mesin secara rutin dalam 1 bulansekali. Sedangkan, upaya pengendalian bising pada tenaga kerja yaitu dengan cara pengaturan jam kerja danterdapat Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan prosedur yang ada.Simpulan dari penelitian ini adalah intensitas suara yangdihasilkan dibagian produksi PT. Raja Besi Semarangmelebihi nilai ambang batas (NAB). Sedangkan upaya pengendalian yang dilakukan untuk mengurangi kebisinganadalah perawatan mesin-mesin.