AbstrakTerminal Bus Bulupitu Purwokerto merupakan salah satu sarana transportasi darat yang bertipe A, pengunjungterminal mencapai 3000 per hari. Masalah yang terjadi pada pengunjung rata-rata mengeluh terganggu denganasap dan bau asap kendaraan. Tujuan dari hal tersebut adalah mengukur kadar CO, SO2, NO2, suhu, kelembaban,kecepatan angin, dan menentukan arah angin pada ruang tunggu penumpang di terminal. Metode penelitian inideskriptif. Penelitian dilakukan di ruang tunggu penumpang Terminal Bus Bulupitu Purwokerto selama 2 hari padapagi dan sore. Pengukuran kadar CO,SO2, dan NO2 lalu dibandingkan dengan PP nomor 41 tahun 1999 tentangPengendalian Pencemaran Udara. Hasil pengukuran kadar CO hari pertama di ruang tunggu AKDP, AKAP danangkot menghasilkan 0 μg/Nm3 pada periode pagi dan sore, hari kedua pada ruang tunggu yang samamenghasilkan 0 μg/Nm3 pada periode yang sama. Hasil pengukuran kadar SO2 hari pertama di ruang tungguAKDP, AKAP, dan angkot menghasilkan rata-rata 120 x 103 μg/Nm3 pada periode pagi dan sore dan untukpengukuran hari kedua pada ruang tunggu yang sama menghasilkan 115,65 x 103 μg/Nm3 pada periode yang sama.Hasil pengukuran kadar NO2 hari pertama di ruang tunggu AKDP, AKAP, dan angkot menghasilkan 190 x 103μg/Nm3 pada periode yang sama. Hari kedua di tempat yang sama menghasilkan 300,7 x 109 μg/Nm3 pada periodeyang sama. Simpulan dari pengukuran kadar CO, SO2, dan NO2 pada ruang tunggu penumpang di Terminal BusBulupitu Purwokerto tidak memenuhi syarat. Saran dapat dilakukan pemantauan kadar udara ambient.