ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besaran curahan dana dari pemerintah dalam mengembangkan Model Kawasan Rumah Lestari (MKRPL), untuk mengetahui faktor-faktor internal dan eksternal dalam mengembangkan Model Kawasan Rumah Lestari (MKRPL), untuk mengetahui strategi pengembangan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari di daerah penelitian. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus dengan jumlah populasi 18 KK (Kepala Keluarga). Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besaran curahan dana dari pemerintah sebesar Rp. 600.000-700.000/KK dan Rp. 300.000 untuk Kelompok Tani Sedar digunakan dalam pembuatan model dan penyediaan sarana produksi. Faktor internal yang mempengaruhi yaitu lahan milik sendiri, bisa mengurangi biaya belanja, tidak membutuhkan lahan yang luas, hasil panen bersifat organik, tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak, harga sayuran organik mahal, hasil panen tidak banyak, rentan serangan hama dan penyakit, pengalaman bertani pelaku MKRPL yang rendah, ketergantungan terhadap bantuan pemerintah serta faktor eksternal yang mempengaruhi yaitu adanya program pemerintah, banyaknya peminat sayuran organik, ada pasar untuk menjual hasil panen, mudah untuk mengakses informasi cara bertanam organik, bantuan dari pemerintah yang kurang jelas sosialisasinya, kurangnya pengawasan dari pemerintah, banyaknya sayuran non-organik dengan harga murah. Strategi yang digunakan dalam mengembangkan MKRPL adalah strategi ST (Strength Threat) yaitu : menjadikan MKRPL peluang bisnis dan meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil dari MKRPL. Kata kunci : model kawasan rumah pangan lestari, besaran curahan dana, faktor internal, faktor eksternal, strategi pengembangan