Ruben Kamur
Program Doktor Ilmu Sosial Pascasarjana Universitas Cenderawasih, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Odakem-Minisme Dalam Kebudayaan Suku Bangsa Sawi Wilayah Pantai Kasuari Kabupaten Asmat Provinsi Papua Ruben Kamur
JURNAL EKOLOGI BIROKRASI Volume 6 Nomor 3, Desember 2018
Publisher : Program Doktor Ilmu Sosial Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.671 KB) | DOI: 10.31957/jeb.v6i3.783

Abstract

Pendekatan budaya “odakem-minisme” dapat diartikan sebagai sudut pandang  kebudayaan masyarakat suku bangsa Sawi dengan cara  melihat dan memandang gejala-gejala  budaya,  pengunaan bahasa dalam ritual-ritual  melalui wutum dan hausaeyang  dilakukan dalam kehidupan masyarakat suku bangsa Sawi. Budaya Odakem-minisme merupakan aspek-aspek pintu masuk dalam memahami budaya suku bangsa Sawi dan Awyu.  Metode  penelitian  yang di gunakan  adalah pendekatan  kualitatif  untuk mengetahui bagaimana peranan dan perkembangan budaya  suku Sawi melalui odakem-minisme  dalam aspek-aspek budaya  sebagai media pewarisan dan nilai-nilaibudaya. Kebudayaan “Odakem-Minisme” masyarakat  Sawi merupakan kebudayaan  yang diwariskan dari jaman prasejarah sampai sekarang yang sangat dipengaruhi oleh keyakinan kepada Atap-hapkon, dalam keberadaan sebagai myao kodon atau kehidupan religi beragama masyarakat Sawi, seperti keyakinan terhadap  Myao Kodon,  percaya dengan adanya satu  ilah yang paling tinggi yaitu Atap-hapkon dengan manifestasi dalam perwujudan sebagai Myao Kodon  yang  berbeda-beda sesuai dengan fungsinya. Masyarakat  Sawi dan Awyu  adalah  sekumpulan manusia yang saling berinteraksi menurut sistem adat atau  kebudayaan  Sawi  yang sifatnya terus terikat oleh identitas bersama yaitu  kebudayaan  Sawi, Awyu, Kaigar  Athohaim dan Asmat.