Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA TERNAK SAPI POTONG (Studi Kasus: Desa Paya Bakung, Kec. Hamparan Perak, Kab. Deli Serdang) Khairul Rasyid; Iskandarini Iskandarini; Salmiah Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 5, No 5 (2016): volume 5 no. 5 Mei 2016
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi faktor kekuatan, kelemahan , peluang dan ancaman dalam mengembangkan usaha ternak sapi potongdi desa Paya Bakung dan menentukan startegi pengembangan usaha ternak sapi potong. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor internal yang mempengaruhi pengembangan usaha ternak sapi potong yang termasuk seperti produksi, ketersediaan limbah pertanian yang melimpah, tersedianya tenaga kerja, tidak terdapat serangan virus penyakit mematikan, pengalaman beternak, lahan yang tidak memadai, teknis pemelihaaraan masih tradisional, teknis pemanfaatan limbah yang kurang. Serta faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi pengembangan usaha ternak sapi potong adalah pasar, musim, politik, keamanan dan pemerintah, pesaing, ketidakstabilan harga sapi potong, hewan ternak pengganti sapi potong, pemanfaatan teknologi yang kurang baik, kurangnya kemitraan. Serta strategi pengembangan yang cocok untuk mengembangkan usaha ternak di Desa Paya Bakung adalah strategi WO (Weaknesses-Opportunities). Kata kunci : Sapi Potong, Strategi Pengembangan, Analisis SWOT
Literatur Review Pengaruh Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Indonesia Pini Septiani, Rosa; Inggita Raiesa Rahmi; Khairul Rasyid
Jurnal Niara Vol. 18 No. 1 (2025): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v18i1.26314

Abstract

Sanitasi adalah upaya pencegahan penyakit dengan mengurangi faktor-faktor lingkungan yang terkait dengan penyebaran penyakit sehingga derajat kesehatan manusia terpelihara dengan sempurna. Lingkungan yang buruk mendukung berkembangnya berbagai penyakit, seperti diare yang disebabkan oleh kondisi kesehatan lingkungan yang tidak baik. Penyakit diare merupakan penyakit endemis di Indonesia dan penyakit potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering disertai dengan kematian yang masih menjadi penyumbang angka kematian di Indonesia terutama pada balita. Secara global terjadi peningkatan kasus diare yang menyebabkan kematian pada balita. Data WHO menyatakan bahwa terdapat sekitar 1,7 milyar kasus diare pada balita dan menyebabkan kematian sebanyak 525.000 balita setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kondisi sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita. Metode penelitian ini adalah studi literature review dengan memusatkan kajian spesifik dari berbagai cakupan yang ditemukan untuk digabung dan menarik kesimpulan yang ringkas dan didapatkan melalui database penyedia jurnal google scholar. Hasil penelusuran google scholar sebanyak 10 jurnal dipilih sesuai kriteria inklusi. Setelah dilakukan screening jurnal yang tidak eligible dengan kriteria inklusi sebanyak 5 jurnal, dan jurnal yang eligible dengan kriteria inklusi sebanyak 5 jurnal. Hasil penelitian adalah ditemukan hubungan antara sanitasi lingkungan seperti penyediaan air bersih, kepemilikan jamban, tempat pembuangan sampah dengan kejadian diare pada balita. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat penyebab sanitasi lingkungan yang buruk seperti sarana air bersih yang kurang, kondisi jamban yang kurang layak, dan tempat pembuangan sampah rumah tangga yang tidak baik