Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Desain Pengembangan Inovasi Pendidikan dalam Peningkatan Daya Saing Sekolah: Studi Kasus di SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo Septy Prasetyaning Tyas; Wahid Hariyanto
Muslim Heritage Vol 4, No 2 (2019): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.364 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v4i2.1829

Abstract

Berdasarkan pada laporan World Economic Forum tahun 2015, inovasi pendidikan Indonesia menempati peringkat 30 dunia, sedangkan inovasi pendidikan tinggi berada pada peringkat 60 dunia. Hal ini secara tidak langsung akan mempengaruhi daya saing sebuah Negara. Tujuan penelitian ini untuk menguraikan proses inisiasi, implementasi dan kontinuasi inovasi pendidikan dalam peningkatan daya saing sekolah di SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses inisiasi inovasi pendidikan di SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo melalui tahap berpikir, tahap menawarkan rancangan inovasi kepada kepala sekolah, tahap pengambilan keputusan inovasi. Proses implementasi inovasi pendidikan di SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo melalui 2 tahapan yaitu langkah awal implementasi inovasi pendidikan dan tahap lanjutan implementasi inovasi pendidikan. Proses kontinuasi inovasi pendidikan di SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo adalah selalu berobsesi dan mengevaluasi inovasi yang telah dilakukan untuk mencapai perbaikan dan kesempurnaan.
DESAIN IMPLEMENTASI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SEBAGAI PENGUATAN PEMBELAJARAN BERBASIS INDUSTRI Wahid Hariyanto
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 No 2 Juni 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v4i12021p121

Abstract

Abstract: This article aimed to reveal the practice of BLUD implementation in SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo. Considering from 2110 vocational schools in East Java, only 20 being BLUD status. And out of 45 vocational schools in Ponorogo, only 1 being BLUD status. This research is important to do because considering the existence of BLUD itself is oriented to the development of teaching factory, so, the result from this research can be used as a model for another institutions. And based on the search and the knowledge of Researcher, no one research on BLUD practice in vocational education institutions. This research used a qualitative approach with a case study type. The analysis used the basic concepts of analysis by Mathew B. Miles and A. Michael Huberman. This study concludes: first, the organization management of the BLUD is carried out by creating a organizational structure that focused on BLUD financial administration called the BLUD Financial Administration Manager. Second, the financial management of the BLUD is carried out by making a number of documents that support the operation of the BLUD financial administration. These documents include the Rencana Kerja Anggaran (RKA) and Dokumen Pengelolaan Anggaran (DPA) whose implementation is assisted by the BLUD operator. Third, the management of BLUD accountability is carried out by assessing performance and financial absorption through the steps of establishing financial and performance indicators, assessing performance and finance, continued clarifying and finding solutions to improve existing processes.Keywords: Organizational Governance; Finance; Accountability; Industry Based Learning.Abstrak: Penulisan artikel ini bertujuan mendeskripsikan praktik pelaksanaan BLUD yang ada di SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo. Mengingat dari 2110 SMK di Jawa Timur hanya ada 20 yang berstatus BLUD. Dan dari 45 SMK di Ponorogo hanya 1 yang berstatus BLUD. Penelitian ini penting dilakukan karena keberadaaan BLUD diorientasikan untuk pengembangan pembelajaran berbasis industri, sehingga model pengelolaannya perlu diketahui sebagai model bagi lembaga pendidikan lain yang ingin menuju ke status tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengambilan datanya melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis menggunakan konsep dasar analisis milik Miles dan Huberman. Penelitian ini menyimpulkan: pertama, Tata kelola organisasi BLUD dilakukan dengan membuat struktur khusus yang menagani administrasi keuangan BLUD yang dinamakan Pengelola Administrasi Keuangan BLUD. Kedua, tata kelola keuangan BLUD dilakukan dengan membuat serangkaian dokumen yang mendukung jalannya administrasi keuangan BLUD. Dokumen tersebut meliputi Rencana Kerja Anggaran (RKA) dan Dokumen Pengelolaan Anggaran (DPA) yang pelaksanaannya dibantu oleh operator BLUD. Ketiga, tata kelola akuntabilitas BLUD dilakukan dengan melakukan penilaian kinerja dan keterserapan keuangan melalui langkah menetapkan indikator kinerja dan keuangan, penilaian kinerja dan keuangan, serta klarifikasi dan pencarian solusi untuk memperbaiki proses yang ada.Kata kunci: Tata kelola Organisasi; Keuangan; Akuntabilitas; Pembelajaran Berbasis Industri.
DESAIN IMPLEMENTASI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SEBAGAI PENGUATAN PEMBELAJARAN BERBASIS INDUSTRI Wahid Hariyanto
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 No 2 Juni 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v4i12021p121

Abstract

Abstract: This article aimed to reveal the practice of BLUD implementation in SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo. Considering from 2110 vocational schools in East Java, only 20 being BLUD status. And out of 45 vocational schools in Ponorogo, only 1 being BLUD status. This research is important to do because considering the existence of BLUD itself is oriented to the development of teaching factory, so, the result from this research can be used as a model for another institutions. And based on the search and the knowledge of Researcher, no one research on BLUD practice in vocational education institutions. This research used a qualitative approach with a case study type. The analysis used the basic concepts of analysis by Mathew B. Miles and A. Michael Huberman. This study concludes: first, the organization management of the BLUD is carried out by creating a organizational structure that focused on BLUD financial administration called the BLUD Financial Administration Manager. Second, the financial management of the BLUD is carried out by making a number of documents that support the operation of the BLUD financial administration. These documents include the Rencana Kerja Anggaran (RKA) and Dokumen Pengelolaan Anggaran (DPA) whose implementation is assisted by the BLUD operator. Third, the management of BLUD accountability is carried out by assessing performance and financial absorption through the steps of establishing financial and performance indicators, assessing performance and finance, continued clarifying and finding solutions to improve existing processes.Keywords: Organizational Governance; Finance; Accountability; Industry Based Learning.Abstrak: Penulisan artikel ini bertujuan mendeskripsikan praktik pelaksanaan BLUD yang ada di SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo. Mengingat dari 2110 SMK di Jawa Timur hanya ada 20 yang berstatus BLUD. Dan dari 45 SMK di Ponorogo hanya 1 yang berstatus BLUD. Penelitian ini penting dilakukan karena keberadaaan BLUD diorientasikan untuk pengembangan pembelajaran berbasis industri, sehingga model pengelolaannya perlu diketahui sebagai model bagi lembaga pendidikan lain yang ingin menuju ke status tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengambilan datanya melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis menggunakan konsep dasar analisis milik Miles dan Huberman. Penelitian ini menyimpulkan: pertama, Tata kelola organisasi BLUD dilakukan dengan membuat struktur khusus yang menagani administrasi keuangan BLUD yang dinamakan Pengelola Administrasi Keuangan BLUD. Kedua, tata kelola keuangan BLUD dilakukan dengan membuat serangkaian dokumen yang mendukung jalannya administrasi keuangan BLUD. Dokumen tersebut meliputi Rencana Kerja Anggaran (RKA) dan Dokumen Pengelolaan Anggaran (DPA) yang pelaksanaannya dibantu oleh operator BLUD. Ketiga, tata kelola akuntabilitas BLUD dilakukan dengan melakukan penilaian kinerja dan keterserapan keuangan melalui langkah menetapkan indikator kinerja dan keuangan, penilaian kinerja dan keuangan, serta klarifikasi dan pencarian solusi untuk memperbaiki proses yang ada.Kata kunci: Tata kelola Organisasi; Keuangan; Akuntabilitas; Pembelajaran Berbasis Industri.
Desain Pengembangan Inovasi Pendidikan dalam Peningkatan Daya Saing Sekolah: Studi Kasus di SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo Septy Prasetyaning Tyas; Wahid Hariyanto
Muslim Heritage Vol 4, No 2 (2019): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.364 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v4i2.1829

Abstract

Berdasarkan pada laporan World Economic Forum tahun 2015, inovasi pendidikan Indonesia menempati peringkat 30 dunia, sedangkan inovasi pendidikan tinggi berada pada peringkat 60 dunia. Hal ini secara tidak langsung akan mempengaruhi daya saing sebuah Negara. Tujuan penelitian ini untuk menguraikan proses inisiasi, implementasi dan kontinuasi inovasi pendidikan dalam peningkatan daya saing sekolah di SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses inisiasi inovasi pendidikan di SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo melalui tahap berpikir, tahap menawarkan rancangan inovasi kepada kepala sekolah, tahap pengambilan keputusan inovasi. Proses implementasi inovasi pendidikan di SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo melalui 2 tahapan yaitu langkah awal implementasi inovasi pendidikan dan tahap lanjutan implementasi inovasi pendidikan. Proses kontinuasi inovasi pendidikan di SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo adalah selalu berobsesi dan mengevaluasi inovasi yang telah dilakukan untuk mencapai perbaikan dan kesempurnaan.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU DI SMPN 1 SAWOO Nur Widiayanti Wardaningsih; Wahid Hariyanto
Edumanagerial Vol. 1 No. 2 (2022): EDUMANAGERIAL : Journal of Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya kepala sekolah dalam meningkatkan penerimaan peserta didik baru yaitu dengan merancang strategi untuk menarik minat peserta didik baru. Namun nyatanya dari 56 SMP Negeri di Ponorogo hanya 13 SMP yang memenuhi pagu PPDB. Salah satu SMP yang terpenuhi pagunya adalah SMPN 1 Sawoo, jumlah peserta didik baru mengalami peningkatan yaitu kurun waktu tiga tahun terakhir mencapai 6 rombel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk strategi kepala sekolah, penerapan strategi kepala sekolah, implikasi penerapan strategi kepala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dan teknik keabsahan data menggunakan meningkatkan ketekunan dan triangulasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan 1) Bentuk strategi kepala sekolah melalui promotion mix yang terdiri dari: advertising, personal selling, sales promotions, public relation, direct marketing, word of mouth. 2) Penerapan strategi kepala diterapkan melalui program promotion mix yaitu secara online offline, berkunjung ke sekolah sasaran, menampilkan prestasi peserta didik, menjalin hubungan dengan masyarakat dan stakeholder, melakukan sosialisasi langsung dan mengadakan lomba SSC, penyampain informasi oleh OSIS. Program yang direncanakan sudah dianggarkan dan setiap program memiliki SOP. 3) Implikasi penerapan strategi kepala yaitu mendapat respon positif. Dari program yang dilakukan mampu menarik perhatian calon peserta didik sehingga mereka merasa senang dan mendaftarkan diri di SMPN 1 Sawoo.