Neni Indrawati
Pendidikan Fisika, Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SARINGGAN SEBAGAI ALAT ALTERNATIF PENGELOLAHAN LIMBAH CAIR UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN PRIMER MASYARAKAT PERIFER MENUJU INDONESIA SEHAT Ade Lin Osti; Neni Indrawati; Dian Astuti
JURNAL PENA Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.497 KB)

Abstract

Masalah air limbah di Indonesia baik limbah domestik maupun air limbah Industri sampai saat ini masih menjadi masalah yang serius. Limbah berasal dari kegiatan pemukiman, industri, pertambangan dan kegiatan lainnya yang menghasilkan limbah. Limbah cair yang dibuang ke perairan akan mengotori air yang dipergunakan untuk beragai keperluan dan mengganggu kehidupan biota air, limbah padat akan mencemari tanah dan sumber air tanah. Pencemaran air akibat pembuangan limbah ke sungai dan limbah air pabrik ke pemukiman dan sumber air penduduk akan tercemarJenis pendekatan yang dipakai pada penelitian ini yaitu pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan yang diperoleh dari berbagai sumber yang relevan kemudian kami sajikan dalam bentuk karya tulis ilmiah. Saringgan merupakan singkatan dari (saringgan ramah lingkungan) alat yang bermanfaat untuk mengelolah limbah cair menjadi air yang layak untuk di konsumsi dan digunakan oleh masyarakat di sekitar periferatau masyarakat perifer. Proses pembuatan saringgan melewati tiga tahap yaitu tahap pertama pengendapan, kemudian pada tahap kedua penyaringan, dan selanjutnya pada tahap ketiga pemanasan. Pemanfaatan alat ini yaitu mengelolah air limbah menjadi air yang lebih bersih, mengefisiensi pengeluaran tentunya menciptakan lingkungan yang bersih. Selain itu dengan adanya alat saringgan ini dapat membantu masyarakat yang tinggal di sekitar perifer agar dapat meninggalkan kebiasan buruk menggunakan air yang seadanya menggantikan dengan air yang bersih dalam rangka menuwujudkan masyarkat Indonesia khususnya masyarakat perifer yang kurang mendapat perhatian tentang kebutuhan air yang bersih. Alat saringgan limbah cair di perifer dan limbah yang dihasilkan oleh rumah tangga dapat berkurang dengan pemanfaatan alat saringganini. Kata kunci : Saringgan, Limbah Cair, Masyarakat Perifer, Indonesia Sehat
HUBUNGAN ANTARA EFEKTIVITAS PENYULUHAN DENGAN PRODUKSI PADI DIKECAMATAN PATTALLASSANG, KABUPATEN TAKALAR Muh. Abdillah Maulana; Arifuddin Arifuddin; Maryam Maryam; Neni Indrawati
JURNAL PENA Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.31 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di kelurahan Sombala Bella, kecamatan Pattallassang, kabupaten Takalar, dari minggu pertama bulan juni sampai dengan minggu ketiga bulan juni 2017. Tujuan yang ingin diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui efektivitas penyuluhan di kabupaten Takalar, (2) mengetahui produksi padi di kabupaten Takalar, dan (3) mengetahui hubungan antara efektivitas penyuluhan dengan produksi padi di kabupaten Takalar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani di kelurahan Sombala Bella, kecamatan Pattallassang, kabupaten Takalar sebanyak 148 orang yang tergabung dalam 5 kelompok tani. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 orang petani yang dipilih menggunakan rumus slovin dan metode sampel klaster.Pengumpulan data primer diperoleh melalui observasi untuk mengamati langsung petani dan wawancara dengan responden menggunakan kuesioner.Sedangkan, data sekunder diperoleh dari instansi terkait dengan penelitian ini.Variabel dalam penelitian ini adalah efektivitas penyuluhan (X) dan produksi padi (Y).Di analisis menggunakan skala likert dan korelasi untuk mengetahui hubungan antara efektivitas penyuluhan dengan produksi padi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: (1) efektivitas penyuluhan telah menunjukkan hasil yang baik terhadap kemampuan penyuluh melakukan penyuluhan dengan persentase yang ditunjukan sebesar 70,97%, (2) Produksi padi yang dilakukan di kelurahan Sombala Bella, kecamatan Pattallassang, kabupaten Takalar cukup baik dengan presentase 47,5%, dan (3) ada hubungan yang nyata antara efektivitas penyuluhan dengan produksi padi seperti yang ditunjukkan oleh nilai = 0,991 = -0,016 dengan nilai r=-0,042.Kata Kunci: Efektivitas, Penyuluhan, Produksi