Nurfadillah Nurfadillah
jalan Mannuruki

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BUDI KARSA: GLASS INTERFACE HOLOGRAM SEBAGAI MEDIA AJAR BAGI PENYANDANG DISLEKSIA DALAM MENYONGSONG SDGS 2030 Nurfadillah Nurfadillah; Sukma Nurmaula; Nuramanah Nuramanah
JURNAL PENA Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SDGs 2030 atau Sustainable Development Goals 2030 terus menjadi acuan visi dan misi untuk menjadi tolak ukur pembangunan yang berkelanjutan. Permasalahan disleksia juga masih menjadi hal yang perlu diutamakan di bidang pendidikan sebab anak disleksia sangat sulit untuk dibedakan secara fisik akibat adanya kesamaan dengan bentuk badan anak normal pada umumnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsep dari Budi Karsa serta manfaat Budi Karsa sebagai media ajar bagi penyandang disleksia. Penelitian ini juga sesuai dengan program pemerintah yaitu Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Terkhusus pada poin 4 yaitu pendidikan berkualitas (Quality Education). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan objek penelitian masalah pendidikan bagi penyandang disleksia di Indonesia. Data yang digunakan bersumber dari studi kepustakaan dan internet searching. Data yang dikumpulkan kemuadian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Budi Karsa dirancang untuk memudahkan anak penyandang disleksia dalam mengingat huruf dengan mudah menggunakan bantuan hologram sebagai media 3D. Budi Karsa juga bekerja sama dengan berbagai pihak yaitu pemerintah daerah, direktorat jendral pendidikan, kementrian kesehatan, serta kepala sekolah yang bertugas untuk mendayagunakan segala sumber yang tersedia agar mampu mencapai tujuan sekolah secara efektif. Budi Karsa diharapkan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat khususnya untuk anak penyandang disleksia karena apliksi Budi Karsa memungkinkan anak penyandang disleksia bisa bermain sambil belajar serta mampu mengingat setiap abjad dengan mudah kedepannya.