Amzal Adam
Manajemen, Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KUALITAS PELAYANAN KTP-EL PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL GOWA DI KABUPATEN GOWA Amzal Adam; Muhammad Agung; Indra Rahayu
JURNAL PENA Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.903 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas pelayanan KTP-el pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Gowa di Kabupaten Gowa yang berlandaskan pada UU Nomor 16 Tahun 2014 tentang Perumusan pelayanan peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No 16 Tahun 2014 dan teori Zeithaml dkk dalam Hardiyansyah (2011:46-47) mengenai lima dimensi kualitas pelayanan. Metode penelitian yaitu kualitatif tipe deksriptif, peneliti dipandu mengeksplorasi atau memotret situasi sosial yang akan diteliti secara menyeluruh, luas, dan mendalam. Teknik analisis data menggunakan Reduksi Data (Data Reduction), Penyajian data (Display Data), dan Verifikasi Data (Data Verification). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kualitas pelayanan pada Kantor Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Gowa sudah  mengikuti aturan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 16 tahun 2014 dan telah sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Zeithaml dkk dalam Hardiyansyah (2011:46-47) mengenai lima dimensi kualitas pelayanan . Namun ada beberapa indikator yang belum berjalan sesuai keinginan masyarakat, antara lain kekurangan blanko pada saat pembuatan KTP-el, pegawai memberikan jangka waktu selesainya dibuat KTP-el kepada pemohon, namun tidak diselesaikan sesuai dengan waktu yang dijanjikan, dan fasilitas tempat tunggu masih kurang memadai dengan banyaknya pemohon yang datang setiap harinya, serta kebersihan kantor khususnya di bagian halaman masih kurang baik. Kata Kunci : Kepuasan Masyarakat, KTP-EL, Kualitas Pelayanan
MOPEKER (MONOPOLI PENDIDIKAN KARAKTER) SEBAGAI MEDIA PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA DINI Kasma Kasma; Amzal Adam; Nur Azmi
JURNAL PENA Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.81 KB)

Abstract

Pendidikan terdiri dari pendidikan formal dan informal. Pendidikan formal merupakan hal yang wajib ditempuh setiap warga Negara Indonesia sebagaimana yang tercantum dalam UU Dasar 1945 pasal 31 ayat 1-5 bahwa setiap warga Negara wajib menempuh pendidikan dasar dan dibiayai oleh pemerintah. Pendidikan sangat berpengaruh dalam menentukan dan mengasah skills, kecerdasan serta pembentukan karakter agar terhindar dari berbagai perilaku menyimpang. Anak usia dini berusia 0-8 tahun dan fase ini disebut sebagai Golden Age karena masa ini sangat menentukan seperti apa anak kedepannya jika kelak menjadi dewasa baik dari segi fisik, mental dan kecerdasan. Salah satu perilaku menyimpang dikalangan remaja yang sering terjadi adalah perilaku kekerasan dan seks bebas. Menurut hasil penelitian sebelumnya bacaan pornografi juga terbukti menjadi konsumsi remaja. Mayoritas responden (93%) menjawab pernah membaca buku-buku tersebut dan hanya 7% yang mengaku tidak pernah membacanya.Frekwensi membaca yang mereka lakukan adalah mayoritas responden (69%) menjawabnya jarang dan 29 % menjawabnya sering melakukan serta yang sangat sering membaca hanya 2%. Hal ini terjadi karena saat ini sangat sulit untuk mendapatkan buku-buku tersebut selain harganya mahal, remaja juga malu untuk membelinya. Alternatifnya adalah melihat hal yang berbau pornografi di warung internet, selain murah juga tidak diketahui oleh orang.Perilaku menyimpang tersebut terjadi karena minimnya pendidikan karakter sejak dini. Oleh karena itu perlu adanya media yang dapat membentuk karakter anak khususnya pada pendidikan formal. Mopeker ini juga berfungsi sebagai permainan yang sangat menarik yang akan diterapkan pada siswa Sekolah Dasar kelas 2 agar peserta didik tidak merasa bosan dengan metode ceramah yang dilakukan oleh guru. Adapun pendekatan penulisan yang digunakanyaitu bersifat library research (penelitian kepustakaan) yang disajikan secaradeskriptif kualitatif dengan data sekunder.Proses penerapan media pembelajaran mopeker yaitu: pengenalan media, pengaplikasian media, serta evaluasi. Lebih lanjut, output yang diharapkan adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab sehingga harapan pemerintah dalam menerapkan Kurikulum 2013 yang menekankan pada pembentukan karakter dapat terwujud.Kata Kunci : Anak Usia Dini, Monopoli, Pendidikan Karakter
MR. PARKER: MEDIA REVOLUSI KARAKTER ANAK BANGSA BERBASIS ADVENTURE GAMES MENUJU INDONESIA EMAS 2045 Nur Afia Awalia; Amzal Adam; Muhammad Agung
JURNAL PENA Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.548 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan kebutuhan utama karena berperan penting dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia bagi pembangunan bangsa yang mampu mengasah skills, kecerdasan serta pembentukan karakter agar terhindar dari berbagai perilaku menyimpang. Revolusi karakter merupakan nawacita kedelapan pemerintah, pembangunan revolusi karakter sebaiknya dimulai dari usia dini yang disebut sebagai fase Golden Age karena masa ini sangat menentukan seperti apa perilaku anak kedepannya. Menurut Soekidjo Notoatmodjo (2007: 133) perilaku merupakan suatu kegiatan makhluk hidup yang pada hakikatnya adalah suatu tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri. Lemahnya pendidikan karakter sejak dini mengakibatkan maraknya tindakan kriminal. Kasus yang mencuri perhatian publik yaitu seorang guru dipukuli oleh orangtua siswa lantaran tidak terima anaknya diberi sanksi karena melakukan pelanggaran, ditambah lagi siswa tersebut ikut memukuli gurunya. Kini mereka dikenakan pasal 170 KUHP dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara. (Hendra, 2016). Berdasarkan hal tersebut diperlukannya sebuah media yang dapat mengatur pola perilaku yang membiasakan anak agar dapat terhindar dari berbagai perilaku menyimpang dengan penanaman budi pekerti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif-deskriptif dengan pendekatan Research and Development, subjeknya ialah pendidikan karakter dan objeknya ialah anak usia dini. Mr Parker merupakan sebuah media pendidikan karakter yang didesain dengan mengkombinasikan sebuah permainan penjelajahan dengan menanamkan budi pekerti. Adapun langkah dalam memainkan Mr Parker ialah: persiapan, permulaan, pelaksanaan, rekapitulasi dan evaluasi. Manfaat Mr Parker ialah sebagai media revolusi karakter dalam mewujudkan nawacita kedelapan presiden Republik Indonesia melalui pengajaran nilai-nilai budi pekerti berbasis adventure games yang menanamkan lima nilai utama bersumber dari pancasila, yaitu: religius, nasionalisme, integritas, kemandirian dan gotong royong. Kata Kunci : Adventure Games, Anak Usia Dini, Indonesia Emas 2045, Revolusi Karakter