Maryam Maryam
Agribisnis, Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PUPUK MUSACARICA SOLUSI MEMINIMALISIR PENGGUNAAN AGROKIMIA PADA PETANI SAYUR UNTUK MEWUJUDKAN INDONESIA FOOD SOVEREIGNTY Maryam Maryam; Muh. David
JURNAL PENA Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.974 KB)

Abstract

Penggunaan pupuk kimia yang berkonsentrasi tinggi dan dengan dosis yang tinggi dalam kurung waktu yang panjang menyebabkan menurunnya kesuburan tanah karena terjadi ketimpangan hara atau kekurangan hara lain, serta menurunnya kandungan bahan organik tanah. Penggunaan pestisida yang berlebihan dalam kurung waktu yang panjang, akan berdampak pada kehidupan dan keberadaan musuh alami hama dan penyakit, dan juga berdampak pada kehidupan biota tanah. Adapun jenis penelitian yang digunakan pada penulisan karya tulis ilmiah ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep penerapan dan mengetahui keunggulan dari pupuk Musacarica sehingga dapat mewujudkan food sovereignty yaitu sistem pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, tetapi program tersebut belum terealisasikan dengan baik. Upaya yang dilakukan untuk meminimalisir penggunaan pestisida dan pupuk kimia yaitu, dengan hadirnya berbagai jenis pupuk organik diantaranya pupuk kompos, pupuk hayati, pupuk hijau, dan pupuk mikroba. penggunaan pupuk tersebut masih dianggap belum efektif dan efisien karena hanya berfokus pada penyuburan tanaman, Salah satu alternatif pilihan adalah penggunaan pupuk organik cair yang memiliki dua fungsi sekaligus yaitu, sebagai penyubur tanaman sekaligus sebagai pembasmi hama yang bahan bakunya berasal dari tumbuhan. Pupuk Musacarica merupakan produk dalam bentuk kemasan yang dilarutkan berupa cairan sebagai penyubur tanaman sekaligus pembasmi hama. Penyubur tanaman itu sendiri berasal dari batang pisang yang diketahui mengandung hingga 80% air, selama ini batang pisang telah banyak diteliti untuk digunakan sebagai pakan ternak karena kandungan selulosanya yang berkadar lignin rendah. Kemudian pada daun pepaya itu sendiri memiliki getah yang menghasilkan senyawa-senyawa golongan alkaloid, terpenoid, flavonoid dan asam amino nonprotein yang sangat beracun bagi serangga pemakan tumbuhan sehingga serangga pada tumbuhan dapat mematikan organisme pengganggu. Pupuk Musacarica yang merupakan hasil fermentasi Musa paradisiaca (batang pisang) dan Carica papaya (daun pepaya) dapat digunakan sebagai alternatif dari penggunaan agrokimia dan juga sebagai multifungsi (penyubur tanaman sekaligus pembasmi hama). Kata kunci : Agrokimia, Food Sovereignty, Pupuk Musacarica