Ashar Hidayah
SMP Kemala Bayangkari Makassar

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

TAKAKURA HOME METHOD; SOLUSI CERDAS MENCIPTAKAN MAKASSAR TA’ TIDAK RANTASA Ashar Hidayah
JURNAL PENA Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.372 KB)

Abstract

Sampah merupakan masalah yang sejak dulu hingga kini sulit untuk diatasi dalam lingkungan masyarakat, karena sampah telah menjadi barang keseharian masyarakat. Setiap hari manusia menghasilkan sampah dari hasil kegiatan mereka. Penumpukan sampah menyebabkan timbulnya berbagai penyakit seperti diare, thipus, dan sebagainnya. Selain itu, sampah  dapat pula menyebabkan perairan menjadi tercemar, badan-badan air warnaya hitam dan berbau busuk serta dapat menyebabkan banjir yang dapat mengancam kelangsungan dan kelestarian lingkungan hidup.Untuk menangani masalah sampah tersebut salah satu solusi yaitu dengan Takakura Home Method yaitu alat pengomposan skala rumah tangga yang memiliki bentuk sederhana, dan praktis, alat dan bahan yang digunakan mudah diperoleh disekitar kita. Sehingga Takakura Home Method dapat menciptakan Makassar sebagai kota dunia, kota yang sehat, aman, unggul dan sejahtera serta dapat meraih piala adipura.Kata Kunci :Kompos, Sampah, Takakura Home Method
PENGEMBANGAN MODEL TIL (THE INFORMATION LITERACY) TIPE THE BIG6 DALAM PROSES PEMBELAJARAN SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN BUDAYA LITERASI DI SEKOLAH Ashar Hidayah
JURNAL PENA Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.382 KB)

Abstract

Rendahnya minat dan kebiasaan membaca, menulis, menyimak, serta berpikir kritis siswa di Indonesia juga dijelaskan oleh lembaga lietrasi dunia. Menurut data PIRLS ProgressInternational ReadingLiteracy Stuudy tahun 2011 yaitu suatu lembaga uji literasi dunia menerangkan bahwa uji literasi membaca yang mengukur aspek memahami, menggunakan, dan merefleksikan hasil membaca dalam bentuk tulisan, Indonesia menduduki urutan  ke-45 dari 48 negara peserta, dengan memperoleh skor 428 dari skor rata-rata 500. Selain itu, pada PISA 2012 peringkat Indonesia menurun yaitu berada pada peringkat ke-64 dari 65 peserta dengan skor 396 dari skor rata-rata 496. Kondisi tersebut sangatlah memprihatinkan karena hanya dengan gemar membaca seseorang akan memperoleh pengetahuan, dan wawasan baru yang akan meningkatkan kecerdasan  sehingga mereka lebih mampu menjawab tantangan hidup. Salah satu cara untuk mengantisipasi masalah tersebut di atas yaitu dengan gerakan literasi sekolah (GLS) yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca siswa. Sesuai dengan tahapan dari budaya literasi sekolah yang dimulai dari tahap pembiasaan seperti kegiatan membaca buku 15 menit sebelum pelajaran di mulai, selanjutnya diarahkan pada tahap pengembangan yaitu kegiatan memahami bacaan, berpikir kritis, dan mengolah kemampuan komonikasi. Kemudian tahapan pembelajaran yaitu kegiatan literasi yang merupakan tindak lanjut di tahap pengembangan dapat diteruskan sebagai bagian dari pembelajaran dan dinilai secara akademik.  Dalam hal ini penulis memberikan solusi salah satunya yaitu pengembangan model TIL(The Information Literacy) tipe The Big Six dalam proses pembelajaran sebagaiupaya menumbuhkan budaya literasi di sekolah. Adapun tahapan dari model TIL yaitu Task Defenition (Defenisi Tugas), Information Seeking Strategies (Strategi Mencari Informasi), Location and Access (Lokasi dan Akses), Information Use (Menggunakan Informasi), Synthesis (Sintesis), Evaluation (Evaluasi). Melalui model TIL dapat mempermudah siswa dalam menemukan informasi sesuai kebutuhan danmenggunakan informasi tersebut secara efektif. Selain itu pengembangan model TIL dapa meningkatkan minat baca siswa, sehingga indonesia dapat menjadi negara yang minat dan kebiasaan membacanya tergolong tinggi.Kata Kunci :Literasi, The Big Six, TIL (The Information Literacy)
PENDEKATAN PROBLEM POSING BERLATAR COOPERATIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Ashar Hidayah
JURNAL PENA Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, berbagai usaha dan upaya yang telah dilakukan seperti penambahan jumlah buku pelajaran, penyempurnaan kurikulum, penataran guru-guru bidang studi, penambahan sarana dan prasarana untuk kegiatan belajar mengajar dan pemantapan proses belajar mengajar. Pemantapan proses belajar mengajar, guru mempunyai peranan yang cukup penting, dimana hasil belajar anak didik bukan hanya dipengaruhi oleh penguasaan guru terhadap materi pelajaran, tetapi juga metode yang digunakan dalam kegiatan belajar mangajar. Agar siswa temotivasi untuk belajar mandiri, maka rasa ingin tahu siswa perlu dikembangakan dan dibangkitkan. Tugas seorang guru di sekolah hanyalah memberikan jalan kepada siswa agar mampu belajar mandiri, pendekatan problem posing berlatar cooperative learning dalam pembelajaran dapat melatih siswa untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan atau soal-soal yang berkaitan dengan materi yang dipelajari. Dalam  pembelajaran yang menerapkan pendekatan problem posing berlatar cooperative learning, perasaan tersebut dapat teratasi. Siswa ditintut untuk mengajukan masalah atau pertanyaan sesuai minat mereka dan memikirkan cara penyelesaiannya secara bersama anggota kelompok. Perhatian dan komunikasi dalam pembelajaran, siswa melalui pendekatan problem posing berlatar cooperative learning akan lebih baik karena pertanyaan atau soal yang berkualitas hanya mungkin dapat diajukan dan diselesaikan oleh siswa yang mempunyai perhatian yang sungguh-sungguh terhadap pelajaran.
PENDEKATAN PROBLEM POSING BERLATAR COOPERATIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Ashar Hidayah
JURNAL PENA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.936 KB)

Abstract

Mutu pendidikan di sekolah terus ditingkatkan dengan berbagai usaha dan upaya yang telah dilakukan seperti penambahan jumlah buku pelajaran, penyempurnaan kurikulum, penataran guru-guru bidang studi, penambahan sarana dan prasarana untuk kegiatan belajar mengajar dan pemantapan proses belajar mengajar. Pemantapan proses belajar mengajar, guru mempunyai peranan yang cukup penting, dimana hasil belajar anak didik bukan hanya dipengaruhi oleh penguasaan guru terhadap materi pelajaran, tetapi juga metode yang digunakan dalam kegiatan belajar mangajar. Agar siswa temotivasi untuk belajar mandiri, maka rasa ingin tahu siswa perlu dikembangakan dan dibangkitkan. Tugas seorang guru di sekolah hanyalah memberikan jalan kepada siswa agar mampu belajar mandiri, pendekatan problem posing berlatar cooperative learning dalam pembelajaran dapat melatih siswa untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan atau soal-soal yang berkaitan dengan materi yang dipelajari. Dalam  pembelajaran yang menerapkan pendekatan problem posing berlatar cooperative learning, perasaan tersebut dapat teratasi. Siswa ditintut untuk mengajukan masalah atau pertanyaan sesuai minat mereka dan memikirkan cara penyelesaiannya secara bersaa anggota kelompok. Perhatian dan komunikasi dalam pembelajaran, siswa melalui pendekatan problem posing berlatar cooperative learning akan lebih baik karena pertanyaan atau soal yang berkualitashanya mungkin dapat diajukan dan diselesaikan oleh siswa yang mempunyai perhatian yang sungguh-sungguh terhadap pelajaran. Kata Kunci : Cooperative Learning, Matematika, Problem Posing
ENSIKLOPEDIA TRAFFIC SIGNS; SOLUSI CERDAS MEMPERKENALKAN ROAD SAFETY CULTURE PADA ANAK SEKOLAH Ashar Hidayah
JURNAL PENA Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.611 KB)

Abstract

Salah satu permasalahan yang selalu dihadapi beberapa kota besar di Indonesia adalah masalah lalu lintas. Hal ini terbukti dari adanya indikasi angka kecelakaan lalu lintas yang selalu meningkat. Kebiasaan berlalu lintas semakin hari semakin memprihatinkan. Tingkat kesadaran para pengguna jalan raya terhadap pentingnya keselamatan sangat minim khususnya dikalangan para remaja, ini terlihat dari tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang sebagian besar dialami anak sekolah/remaja.Salah satu solusinya yaituEnsiklopedia Traffic Signs yang merupakan sebuah buku yang berisi tentang rambu-rambu lalu lintas yang dipasang di pinggir jalan, yang berisi tentang lambang, huruf, angka, kalimat, atau gambar dengan bentuk yang berbeda-beda seperti bentuk lingkaran, segitiga, kotak dan sebagainya. Ensiklopedia Traffic Signs digunakan untuk memberi peringatan (rambu peringatan), perintah (rambu perintah), larangan (rambu larangan), dan pertunjuk (rambu petunjuk) bagi pengguna jalan. Ensiklopedia Traffic Signs diharapkan dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada remaja atau bahkan masyarakat luas tentang peraturan lalu lintas dan mengurangi angka kecelakaan yang terjadi di jalan. Kata Kunci :Ensiklopedia Traffic Signs, Road Safety Culture