Marlika Marlika
Jln. Sultan Alauddin No. 259 Gedung PKM Unismuh Makassar (Rumah Pena)

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RAMENG: HOLOGRAM DONGENG 3S SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PENANAMAN NILAI-NILAI BUDAYA PADA SISWA KELAS IV SD DALAM MEWUJUDKAN REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Dirgahayu Dirghayu; Marlika Marlika; Hesti Dwiana Putri
JURNAL PENA Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya di Indonesia memiliki kekhasan dan karakteristik masing-masing. Hal ini dibuktikan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan bahwa jumlah suku di Indonesia terdata sebanyak 1.128 suku bangsa dengan komposisi 1.072 etnik dan sub etnik di Indonesia. Suku Bugis merupakan salah satu Suku dengan kebudayaan yang bisa menunjang karakter anak, namun kebuduyaan tersebut sudah jarang diterapkan oleh anak-anak zaman sekarang, sehingga diperlukan sebuah media pembelajaran inovatif yang dapat memperkenalkan kembali kebudayaan tersebut. Maka penulis kemudian menawarkan sebuah solusi yang disusun dalam bentuk karya tulis ilmiah dengan judul Rameng: Hologram Dongeng 3S Sebagai Media Pembelajaran Penanaman Nilai-nilai Budaya pada Siswa Kelas IV SD dalam Mewujudkan Revolusi Industri 4.0. Teknologi hologram merupakan bentuk lanjutan dari fotografi yang memungkinkan gambar terekam dalam tiga dimensi berbalik dari gambar 3D dan realitas virtual pada layar computer 2D. Metode yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif dengan review literature menggunakan data sekunder dengan teknik analisis data yang digunakan analisis interactive yang terdiri dari 3 komponen yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hologram dongeng merupakan sebuah media penanaman nilai-nilai budaya pada siswa kelas IV SD. Adapun Hologram dongeng yang akan diputar yaitu video kartun menarik yang mengandung nilai-nilai budaya bugis. Hal yang terpenting yang harus diperhatikan dalam hologram dongeng ini yaitu pemilahan video yang mencermikan budaya bugis sipakalebbi (saling menghargai), sipakainge (saling mengingatkan) dan sipakatau (tidak membeda-bedakan) dengan gambar kartun yang menarik dan penggunaan kata-kata dalam video tersebut juga dapat mudah dipahami oleh anak. Hologram ini dalam bentuk 2D danĀ  terbuat dari kaca dan kardus serta menggunakan alat bantu hp yang akan berisi video yang akan muncul dari dalam hologram. Potensi kelanjutan karya ini yaitu dapat menanamkan nilai-nilai budaya bugis sipakalebbi, sipakainge, dan sipakatau.