Ummul Mu'minin
BTN Jenetallasa Permai Blok D1

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Al-QIRA’AH APP: PLATFORM EDUKASI INTERAKTIF GUNA MEMINIMALISIR BUTA AKSARA AL-QUR’AN MASYARAKAT GOWA DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Ummul Mu'minin; Nurfadillah Nurfadillah
JURNAL PENA Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agama berasal dari dua kata, yaitu a dan gam yang berarti tidak kacau. Ada empat hal yang harus ada dalam definisi agama, yakni agama merupakan jalan hidup, agama mengajarkan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, agama harus mempunyai kitab suci, dan agama harus dipimpin oleh seorang nabi dan rasul. Salah satu permasalahan dalam bidang agama adalah tingginya angka buta aksara Al-Qur’an. Sebuah data dari BPS menemukan bahwa ada sekitar 54 persen dari total populasi umat Islam di Indonesia yang tidak bisa membaca Al-Qur’an. Hasil survei Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta menyebutkan bahwa 65 persen umat Islam di Indonesia ternyata masih buta aksara Al-Qur’an. 35 persennya hanya bisa membaca Alquran saja. Sedangkan yang membaca dengan benar hanya 20 persen. Penurunan minat anak-anak yang datang ke TPA juga menjadi permasalahan sekarang. Aplikasi Al-Qira’ah merupakan salah satu alternatif untuk menjawab permasalahan tersebut. Aplikasi Al-Qira’ah merupakan platform edukasi interaktif sebagai media belajar mengaji online di Kabupaten Gowa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian pustaka (library research). Objek penelitian yang digunakan dalam Penulisan ini yaitu jumlah buta aksara Al-Qur’an masyarakat Gowa. Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder yang didapatkan dari situs resmi, jurnal, dan buku yang berkaitan dengan tema atau topik yang dibahas dengan cara membaca berbagai materi yang didapatkan, menyimpulkan hasil bacaan, kemudian menyusun secara sistematis hasil bacaan tersebut. Aplikasi Al-Qira’ah diharapkan mampu menjadi solusi buta aksara Al-Qur’an dan penurunan minat ke TPA di Kabupaten Gowa menuju revolusi industri 4.0.