VIKA ZAKY FIRNANDA
UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DELETE (DIGITAL FUEL CELL FOR HUMAN WASTE): UPAYA MENGHADAPI KRISIS ENERGI LISTRIK DENGAN PEMANFAATAN KOTORAN MANUSIA BERBASIS IOT (INTERNET OF THINGS) DI DESA BANDIALIT JEMBER UNTUK MEWUJUDKAN SDGS 2030 MUHAMMAD SYARIFUDDIN; VIKA ZAKY FIRNANDA
JURNAL PENA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya Tulis ini merupakan jenis penelitian pustaka yang sumber datanya menggunakan sumber data sekunder yang diperoleh dari buku dan jurnal. Karya tulis ini bertujuan untuk mendeskripsikan prinsip kerja yang diterapkan pada DELETE (Digital Fuel Cell For Human Waste) dalam menghasilkan energi listrik dan tingkat efisiensinya, mengingat energi listrik umumnya berasal dari sumber energi fosil yang tidak dapat diperbarui. Tingginya jumlah pengguna energi yang tidak terbarukan memantik penulis untuk mengeksplor sumber energi alternatif baru, inovatif dan bahan bakunya mudah didapatkan. Salah satu teknologi yang dapat menjadi sumber energi alternatif baru, yaitu Microbial Fuel Cell. Microbial Fuel Cell (MFC), adalah teknologi energi listrik dengan memanfaatkan interaksi bakteri yang terdapat di alam. Melalui MFCs, penulis hadir dengan memberi inovasi baru, yaitu berupa alat DELETE (Digital Fuel Cell For Human Waste) yang berbasis IoT (Internet of Things). Alat ini merupakan alat yang dapat menghasilkan sumber listrik di dalam yang memanfaatkan kotoran manusia sebagai substrat yang dikonversikan menjadi energi listrik dengan aktivitas elektron dan proton oleh bakteri pada teknologi MFCs. Adapun IoT ini nantinya dapat mengkontrol suhu, tegangan dan dapat on atau off kan DELETE secara otomatis. Dalam aplikasi ini, nantinya juga di kembangkan dalam bentuk interface atau grafis supaya pengguna dapat lebih mudah dalam menggunakannya. Sehingga teknologi ini dapat meminimalisir krisis energi listrik di kawasan yang mempunyai banyak kotoran manusia namun masih lemah dalam sumber energinya, seperti di Desa Bandialit Jember. Dengan tegangan DC 12 V to AC 220 V 500 W yang mempunyai tingkat efisiensi tegangan hingga 95%, sehingga menjadi energi listrik yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar sehingga dapat mewujudkan salah satu program Sdgs 2030 poin ke 7.