Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu perancangan arsitektur enterprise untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Dengan menggunakan metode TOGAF ADM, membuat suatu perancangan arsitektur enterprise berdasarkan kondisi eksisting dari UMKM itu sendiri. Seperti yang kita ketahui, Transformasi Digital telah menjadi tren bagi organisasi dan perusahaan untuk meningkatkan nilai bisnisnya. Selain itu, pandemi COVID-19 yang berdampak luar biasa pada berbagai sektor, juga menjadi salah satu faktor pemicu transformasi digital, dan UMKM merupakan salah satu sektor yang paling parah terkena dampak perekonomian Indonesia, bahkan menurut April 2020 Berdasarkan data PSBB, tingkat kerugian eksportir mencapai 95,4%. Berbagai upaya untuk bertahan juga dilakukan, salah satunya dengan melakukan Transformasi Digital untuk menyelesaikan permasalahan bisnis mereka. Namun untuk menerapkan transformasi digital tidaklah mudah. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi proses, misalnya kurangnya sumber daya manusia, dll. Berdasarkan survei Abramowicz tentang pemanfaatan Enterprise Architecture Management (EAM) untuk UMKM, diketahui bahwa Fase Arsitektur Bisnis adalah fase kritis dalam model TOGAF ADM karena dalam fase ini tujuan bisnis didefinisikan yang merupakan fokus utama dalam tugas penerimaan. Hasil dari penelitian ini adalah Blueprint Company Specific.