Theresia Elsa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Determinants of Debt Maturity Structure: Evidence from Indonesian Companies Theresia Elsa; Sansaloni Butar Butar
Jurnal Akuntansi Bisnis Vol 20, No 1: Maret 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jab.v20i1.4312

Abstract

AbstractThis study examines the effect of earnings management, firm size, asset maturity, and leverage on the debt maturity structure. The debt maturity structure refers to the proportion of long-term debt to total debt. The choice between long-term and short-term debt has its own consequences. Long-term debt bears higher debt costs but the payback period is long enough to make it easier for companies to pay debt installments. Samples were taken from public companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2016-2020 that met the sample criteria. The final observations that meet the sample criteria during the research period are 2,229 company years. Hypotheses were tested using multiple linear regression and the results showed that earnings management had a negative effect on the debt maturity structure. These results indicate that the company prefers short-term debt rather than long-term debt. In addition, firm size and asset maturity have a positive effect on the structure of debt maturity and leverage has no effect on the structure of debt maturity.AbstrakPenelitian ini menguji pengaruh manajemen laba, ukuran perusahaan, maturitas aset, dan leverage terhadap struktur maturitas utang. Struktur jatuh tempo utang mengacu pada proporsi utang jangka panjang terhadap total utang. Pilihan antara utang jangka panjang dan jangka pendek memiliki konsekuensi tersendiri. Utang jangka panjang menanggung biaya utang yang lebih tinggi namun payback periodnya cukup lama sehingga memudahkan perusahaan dalam membayar cicilan utang. Sampel diambil dari perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2016-2020 yang memenuhi kriteria sampel. Observasi akhir yang memenuhi kriteria sampel selama periode penelitian adalah 2.229 tahun perusahaan. Pengujian hipotesis menggunakan regresi linier berganda dan hasilnya menunjukkan bahwa manajemen laba berpengaruh negatif terhadap struktur jatuh tempo utang. Hasil ini menunjukkan bahwa perusahaan lebih menyukai utang jangka pendek daripada utang jangka panjang. Selain itu, ukuran perusahaan dan jatuh tempo aset berpengaruh positif terhadap struktur jatuh tempo utang dan leverage tidak berpengaruh terhadap struktur jatuh tempo utang.