Shidqy Munjin
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penulisan al-Kâmil fî al-Târîkh Karya Ibn al-Atsir Shidqy Munjin; Satria Setiawan
Rihlah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Vol 6 No 2 (2018): History and Culture
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/rihlah.v6i2.6910

Abstract

Al-Kâmil fî al-Târīkh is the most important work of Ibn al-Athir. Ibn al-Athir wrote this work by collecting data from his predecessors and adding to the events that occurred during his time. Ibn al-Athir wrote down all the events witnessed by his own eyes, especially those relating to the saliibn war. This paper attempts to analyze and compare the work of Ibn al-Athir in terms of historical aspects that developed in the Islamic world during his time, especially with Târikh al-Rusul wa al-Muluk by Ibn Jarir al-Tabari. The research method used in this study was library research, where the study was explained descriptively and critically analyzed. Then the type of data used is literature literary data, both primary and secondary. The results of this study indicate that Ibn al-Athir with his work al-Kâmil fî al-Tîrīkh was a initiator of a new historical study in the Islamic world. Al-Kâmil fî al-Târîkh merupakan karya terpenting dari Ibn al-Atsir. Ibn al-Atsir menulis karyanya ini dengan mengumpulkan data-data dari para pendahulunya dan ditambahkan dengan kejadian yang terjadi pada masanya. Ibn al-Atsir menuliskan semua kejadian yang disaksikan oleh matanya sendiri, terutama yang berkaitan dengan perang saliibn Tulisan ini mencoba menganalisis dan membandingkan karya Ibn al-Atsir tersebut ditinjau dari aspek ilmu kesejarahan yang berkembang  di dunia Islam pada masanya, terutama dengan Târikh al-Rusul wa al-Muluk karya Ibn Jarir al-Thabari. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah riset kepustakaan, dimana kajiannya dijelaskan secara deskriptif dan analisis kritis. Kemudian jenis data yang digunakan adalah data literer kepustakaan, baik primer maupun sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ibn al-Atsir dengan karyanya al-Kâmil fî al-Târîkh merupakan seorang penggagas kajian kesejarahan yang baru dalam dunia Islam.
Khidhir dalam Pandangan Ibn Taimiyyah Shidqy Munjin
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 4, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.442 KB) | DOI: 10.31332/zjpi.v4i2.1064

Abstract

Abstrak: Pemikiran Ibn Taimiyyah merupakan salah satu rujukan terpenting dalam dunia pemikiran Islam. Dua fatwa mengenai status keabadian Khidhir yang disandarkan kepada Ibn Taimiyyah menunjukkan atas hal itu. Penelitian ini mecoba mengungkap kedua jenis fatwa tersebut dan membandingkannya dengan pemikiran-pemikiran Ibn Taimiyyah secara umum. Penelitian ini menunjukkan bahwa keyakinan mengenai hidup atau wafatnya Khidhir merupakan keyakinan yang berlandaskan pada sumber yang sah.Kata kunci: Ibn Taimiyyah, Khidhir.