Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMODELAN ARUS PASANG SURUT DAN SEDIMEN MELAYANG DI MUARA SUNGAI BELAWAN Besman Surbakti
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Estuari Sungai Belawan merupakan estuari yang potensial dengan letak strategis menjadikannya sebagai lokasi dermaga pelabuhan dan sektor pertumbuhan ekonomi lokal maupun internasioal.Namun, perubahan iklim global dan eksplorasi yang tidak seimbang menyebabkan banyaknya permasalahan pada komponen-komponen penyusun estuarinya. Banjir Rob, intrusi air asin, dan sedimentasi adalah beberapa dari permasalahan tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keadaan dan karakteristik estuari Sungai Belawan. Komponen estuari seperti: bathimetri, arus, pasang surut, temperatur, salinitas, dan sedimen dicari dengan uji laboratorium dan survei. Kemudian di analisis dengan literatur dan dijadikan sebuah pemodelan dalam bentuk pemograman komputer.Nilai-nilai dari komponen tersebut dihubungkan dan disajikan sesuai dengan titik pengamatan dan waktu. Bathimetri dihitung menggunakan persamaan eksponensial, arus pasang surut divisualkan dalam fungsi sinus, temperatur dan salinitas dihitung dengan distribusi gaussian, dan kadar sedimen diperoleh dengan akumulasi faktor erosi. Dari penelitian diperoleh kesimpulan bahwa kenaikan pasang dan surut air laut mempengaruhi karakteristik estuari Sungai Belawan sejauh 18 km dari mulut muara. Kedalaman air yang dipengaruhi oleh komponen utama pasang surut matahari (S2), bulan (M2), dan pembangkit (M4) membuat perbedaan maksimum air pasang dan surut setinggi 1,9 m. Estuari yang tidak hanya dipengaruhi oleh air laut, tetapi juga oleh debit air sungai menyebabkan adanya perpindahan (displacement) molekul air baik dari hulu sungai menuju laut atau sebaliknya. Hal ini membuat nilai dari temperatur, salinitas, dan kadar sedimen menjadi tidak linear pada setiap titik dan jamnya. Juga diperoleh nilai kadar sedimen melayang maksimum sebesar 373.69 mg/dm3. Kata kunci: estuari, bathimetri, arus, pasang surut, temperatur, salinitas, sedimen