Abstrak. Daerah Irigasi Namu Sira-Sira di Kabutan Langkat termasuk daerah persawahan dengan luas 6.500 Ha. Sumber Air Irigasi di daerah Namu Sira-Sira berasal dari bendung Namu Sira-Sira yang di desaian untuk mencakup layanan area sekitar 6.500 Ha secara keseluruhan, yang mana dibagi menjadi dua saluran primer yaitu saluran primer kanan sebesar 4.097,5 Ha dan saluran sebelah kiri sebesar 2.402,5 Ha. Untuk mengevaluasi besar ketersediaan air dan Penggunaan Air di Irigasi D.I. Namu Sira-Sira berdasarkan pola tanam yang diterapkan, diperlukan data hidrologi, klimatologi, topografi yang kemudian akan dianalisa untuk mendapatkan curah hujan efektif, evapotranspirasi, kebutuhan air irigasi, debit andalan, dan debit yang didistribusikan pada petak-petak sawah sesuai dengan yang diperlukan. Pengukuran lapangan juga dilakukan untuk mengetahui kebutuhan air berdasarkan kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan. Dari hasil perhitungan debit andalan Sungai Bingei dengan metode metode statistik yakni frekuensi analisis dengan menggunakan distribusi normal , didapat nilai debit maksimum andalan Q80 = 11,59 m3/det yang terjadi pada bulan Februari. Dari hasil perhitungan secara teoritis, di peroleh bahwa besarnya ketersediaan air pada bendung adalah sebesar 2,82 l/det/ha dan besar kebutuhan pada pintu pengambilan secara teoritis sebesar 1,75 l/det/ha, sedangkan berdasarkan hasil pengukuran lapangan diperoleh besar kebutuhan air sebesar 2,14 l/det/ha. Pada tingkat persawahan secara teoritis, kebutuhan air diperoleh 1,49 l/det/ha, dan berdasarkan pengukuran lapangan diperoleh sebesar 0,95 l/det/ha. Kata kunci : Evaluasi Ketersediaan dan Penggunaan Air Irigasi, D.I Namu Sira-Sira.