Murydrischy Panatap Simanjuntak
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN ABU VULKANIK DAN ABU KAPUR SEBAGAI FILLER TERHADAP KUAT TEKAN PADA BETON SCC Murydrischy Panatap Simanjuntak
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL USU VOLUME 6 NO. 1 TAHUN 2017
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.412 KB)

Abstract

ABSTRAK Self Compacting Concrete (SCC) merupakan suatu teknologi yang sedang berkembang saat ini, dimana beton memadat dengan sendirinya tanpa penggunaan vibrator. Pengecoran beton konvensional yang terdapat banyak tulangan terpasang disini terkadang ada kesulitan mencapai kepadatan optimal. Oleh karena itu perlu dipikirkan cara mengatasi hal tersebut yaitu dengan teknologi SCC. Dalam pembuatan SCC ini menggunakan filler yaitu Abu vulkanik dan abu kapur sebagai bahan pengisi agar beton semakin padat atau pengisi ronggarongga yang kosong. Adapun variasi yang digunakan dengan penggunaan abu vukanik dan abu kapur yang digunakan adalah sebesar 10%, 15%, 20% dan 25% dari massa semen dan juga penggunaan 1% superpasticizer dari cementitious material. Pengujian yang mendukung dalam penelitian ini menggunakan pengujian pada saat beton segar dan beton keras. Pengujian beton segar dengan standar EFNARC 2002 dilakukan berupa slump flow test, v – funnel test, l – shaped box test, dan j – ring test untuk mendapatkan filling ability dan passing ability. Pada pengujian beton segar ini terjadi penurunan jika dibandingkan dengan beton SCC normal tanpa penambahan abu vulkanik dan abu kapur. Pada beton keras dilakukan juga pengujian yaitu: kuat tekan, kuat tarik belah dan absorbsi beton. Dari hasil pengujian didapat kuat tekan optimum terjadi pada Variasi 1 tanpa Abu Vulkanik dan Abu Kapur + 1% Superplasticizer sebesar 39,556 MPa, kuat tarik belah optimum terdapat pada Variasi 1 tanpa Abu Vulkanik dan Abu Kapur + 1% Superplasticizer sebesar 3,563 MPa, sedangkan nilai absorbsi optimum terjadi pada Variasi 5 (25% Abu Vulkanik + 25% Abu Kapur + 50% Semen + 1% Superplasticizer) sebesar 1,313%. Hal ini terjadi diakibatkan adanya penambahan abu kapur dan abu vulkanik yang daya serap terhadap air tinggi. . Kata kunci: beton scc, abu vulkanik, abu kapur, filler, superpplasticizer.