Feranita Giofani Sembiring
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS DAN EKSPERIMEN PERBANDINGAN PENGUJIAN BALOK KAYU YANG DIAWETKAN DENGAN BORAKS 10%, 20%, 30% DAN TANPA PENGAWETAN TERHADAP KUAT LENTUR BALOK KAYU Feranita Giofani Sembiring
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Kayu merupakan salah satu bahan material struktur yang telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Pengaruh lingkungan berpengaruh besar terhadap kualitas kayu. Oleh karena itu perlu dilakukan pengawetan kayu. Tindakan pengawetan kayu dapat diartikan sebagai kegiatan untuk memperpanjang umur pakai kayu baik secara kimia maupun fisika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengawetan kayu terhadap kekuatan lentur balok kayu. Penelitian ini menggunakan benda uji yang berupa balok kayu berukuran struktural yang berukuran 3” x 4” x 2m yang diawetkan dengan boraks dengan kadar 10%, 20%, dan 30% dengan variasi 3 (tiga jumlah) tiap jenis benda uji untuk masing-masing kadar boraks. Penelitian ini menggunakan metode rendaman dingin dan direndam selama 10 hari. Balok kayu memiliki perletakan sendi-rol dan diberikan pembebanan terpusat third point loading menggunakan Hydraulic Jack. Dari hasil pengujian secara eksperimen diperoleh bahwa kuat lentur balok kayu mengalami peningkatan untuk kuat lentur balok kayu yang diawetkan dengan kadar boraks 10%, 20%, dan 30% secara berturut meningkat sebesar 10,516%, 21,563%, dan 40,968% dibandingkan balok kayu tanpa pengawetan. Sedangkan secara analisis mengalami peningkatan kuat lentur balok kayu yang diawetkan dengan kadar boraks 10%, 20%, dan 30% secara berturut adalah 8,486%, 20,289%, dan 32,777% dibandingkan balok kayu tanpa pengawetan.  Kata kunci : Kuat Lentur, Pengawetan Kayu, Boraks, Rendaman Dingin, Balok Kayu Struktural, Third Point Loading.