Siti Karina Amaliasukma
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS RISIKO PADA MASA PEMELIHARAAN PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG PERKANTORAN DI PEMERINTAH KOTA PEMATANGSIANTAR Siti Karina Amaliasukma
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.069 KB)

Abstract

ABSTRAK  Bangunan gedung kantor merupakan bangunan yang termasuk dalam klasifikasi bangunan permanen yang karena fungsinya direncanakan mempunyai umur layan diatas 20 (dua puluh) tahun sehingga harus mendapatkan pemeliharaan yang baik. Untuk mendapatkan manfaat maksimal dan berkelanjutan dari dibangunnya bangunan gedung kantor ini, maka perlu dilakukan analisis terhadap berbagai risiko yang mungkin akan muncul dalam tahap pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan risiko dominan pada tahap pemeliharaan serta dapat mengetahui tindakan yang tepat untuk menangani risiko tersebut dimana hal ini dilakukan untuk meminimalisir biaya pemeliharaan akibat kerusakan komponen gedung yang ada nantinya.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Analisis dimulai dari identifikasi risiko melalui studi literatur, kemudian dilakukan penyebaran kuesioner kepada responden yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan gedung kantor Badan Pengelola Keuangan Daerah Kota Pematangsiantar. Selanjutnya analisa risiko dilakukan dengan cara mencari nilai yang mewakili terlebih dahulu yang berasal dari jawaban responden menggunakan metode Severity Index (SI). Kemudian analisa dilanjutkan dengan menggunakan matriks probabilitas dan dampak.  Terdapat sembilan risiko dominan yang didapatkan, yaitu kurangnya kontrol dan koordinasi, kebijaksanaan dan prosedur yang tidak sesuai, keretakan dan kebocoran, kerusakan komponen arsitektur gedung, kerusakan komponen mekanikal gedung, kerusakan komponen elektrikal gedung, kerusakan komponen luar bangunan gedung, kerusakan komponen tata graha gedung, dan tidak sesuainya metode pemeliharaan yang diterapkan. Setelah risiko tersebut diketahui, pemberian respon risiko dilakukan dengan wawancara kepada pihak responden untuk mengetahui penyebab kemungkinan terjadinya risiko dan mengetahui respon yang harus diberikan untuk mengatasi risiko-risiko tersebut.  Kata kunci : Manajemen Risiko, Pemeliharaan Gedung, Severity Index, Respon  Risiko