Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

GENEALOGY, DIASPORA, AND DA’WAH: The Religious Role of Sheikh Ibrahim al-Hadhrami in Pattani and Java Muaz Tanjung; Arik Dwijayanto; Nabil Chang-Kuan Lin
AL-TAHRIR Vol 21, No 2 (2021): Islamic Studies
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/altahrir.v21i2.3075

Abstract

Abstract: There are several problems in the historiography of Islam Nusantara nowadays. One of them is the lack of written sources, especially during the XIV-XV centuries. It was a significant period when the early generation of preachers (Walisongo) played a significant role in spreading Islam in the archipelago. Because of the limitations of written sources, some scholars assume Walisongo as a myth. This article aims to reveal the genealogy, sanad, and religious roles of one of the early Walisongo, Shaykh Ibrahim al-Hadrami, in Pattani and Java. This study applied historical research methods. It relied on critical testing and analysis, including heuristics, verification, interpretation, and historiography. Besides, the findings showed the continuity of the genealogy and sanad of Shaykh Ibrahim al-Hadrami and his descendants. They formed a network of Ulama and da’wah centers in Pattani and Java. In Pattani, Islamic preaching centers built by Sheikh Ibrahim al-Hadrami were continued by his descendants, such as Sheikh Ahmad bin Muhammad Zain al-Fathani and Sheikh Daud al-Fathani. They developed in Kedah, Kelantan, and several areas in the Malay Peninsula. Meanwhile, in Java, the centers of Islamic da’wah built by Sheikh Ibrahim al-Hadrami were continued by his two sons, Raden Rahmat (Sunan Ampel) and Raden Ali Murtadla (Sunan Gresik) and their descendants. Therefore, Islam developed throughout Java.الملخص : بعض مشاكل التاريخ الإسلامي في الأرخبيل لا تزال تطفو على السطح حتى الآن. منها، أنّ المصادر المكتوبة غير متوفّرة. خاصّة في القرن XV-XIV رغم أنّ تلك الفترة، فترة مهمّة حيث يلجأ الجيل  المبكّر من الدواعي (والي سونغو) دوراً هامّاً في نشر الإسلام في الأرخبيل. بعض العلماء يعتبرون والي سونغو أسطورة، لأنّ المصادر المكتوبة محدودة. للمساهمة في الدراسة القائمة، تهدف هذه المادّة إلى الكشف عن الأنساب والسند والدور الديني من أحد الجيل الأوّل من والي سونغو – الشيخ إبراهيم الحضرمي-  في باتاني وجاوى. تستخدم هذه الدراسة طرق البحث التاريخية التي تعتمد على الاختبار والتحليل النقدي بما في ذلك الاستدلال والتحقّق والتفسير والتأريخ. تظهر هذه الدراسة استمرارية أنساب وسند الشيخ إبراهيم الحضرمي وذريته الذين يشكلون شبكة من مراكز العلماء والدعوة في باتاني وجاوى. في باتاني، استمرّت مراكز الدعوة الإسلامية التي بناها الشيخ إبراهيم الحضرمي من قبل ذريته مثل الشيخ أحمد بن محمّد زين الفتحاني والشيخ داوود الفتحاني الذي تطوّر في كيدا وكلنتان وعدّة مناطق في شبه جزيرة الملايو. وفي نفس الوقت، استمرّت مراكز الدعوة الإسلامية في جاوى التي بناها الشيخ إبراهيم الحضرمي من قبل ولديه، رادين رحمة (سونان أمبل) ورادين عليّ مرتضى (سونان جريسيك) وذريتهم، حتى تطوّر الإسلام في جميع أنحاء جاوى.Abstrak: Beberapa permasalahan dalam historiografi Islam Nusantara sampai saat ini masih terus mengemuka, salah satunya adalah kurangnya sumber tertulis, khususnya masa abad XIV-XV. Padahal masa tersebut merupakan masa yang sangat penting dimana generasi awal para pendakwah (Walisongo) memainkan peranan signifikan dalam menyebarkan Islam di Nusantara. Keterbatasan sumber tertulis menjadikan sebagian cendekiawan menganggap Walisongo sebagai mitos. Untuk berkontribusi pada studi yang ada, artikel ini bertujuan untuk mengungkap silsilah, sanad dan peran keagamaan salah satu Walisongo generasi awal, yakni Syaikh Ibrahim al-Hadrami di Pattani dan Jawa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang bertumpu pada pengujian dan analisis kritis meliputi heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Kajian ini menunjukkan ketersambungan silsilah dan sanad Syaikh Ibrahim al Hadrami serta keturunannya yang membentuk jejaring Ulama dan sentra-sentra dakwah di Pattani dan Jawa. Di Pattani, sentra-sentra dakwah Islam yang dibangun Syaikh Ibrahim al-Hadrami dilanjutkan oleh keturunannya, seperti Syaikh Ahmad bin Muhammad Zain al-Fathani and Syaikh Daud al-Fathani yang berkembang di Kedah, Kelantan dan beberapa kawasan di Semenanjung Melayu. Sedangkan di Jawa, sentra-sentra dakwah Islam yang dibangun Syaikh Ibrahim al-Hadrami dilanjutkan oleh kedua putranya, Raden Rahmat (Sunan Ampel) dan Raden Ali Murtadla (Sunan Gresik) beserta keturunannya sehingga Islam berkembang diseluruh wilayah tanah Jawa.
Metode Penyuluh Agama Islam Dalam Menanamkan Toleransi Antar Umat Beragama di Kelurahan Tanjung Langkat Kecamatan Salapian Indah Putri Sari; Muaz Tanjung
Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol 5 No 6 (2023): Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : LPPM Institut Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v5i6.2910

Abstract

Basically, Islamic religious instructors have a very important role in society and empower themselves as Islamic religious instructors to show successful they are in counselling and guidance to community. Religious instructors are also the leading sector of Islamic community guidance, which has duties or obligations that are quite heavy, broad and the problem they face are even more complex. Islamic religious instructors are certainly not alone in carrying out quite heavy mandates, they must act as motivators, facilitators and, catalysts for Islamic da’wah in public. Indonesia, as a vast nation, encompasses a diverse range of religious beliefs, such as Islam, Christianity, Hinduism, Buddhism, and various other faiths. Consequently, fostering interreligious tolerance becomes imperative in ensuring social stability and safeguarding society from ideological pressures. Differences in religious beliefs is also a motivating factor not to bring each other down, to belittle one another each other tolerance is an attitude of mutual respect related to inter- religious relations and also freedom of and worship in society. One of the benefits of tolerance is that it makes it easier to realize unity and unity in the face of existing differences so that life will be comfortable and peaceful even in the midst of differences. Keywords: Method, Extension, Tolerance, People
Analisis Komparatif Hasil Belajar Fikih Siswa Tamatan Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Farhan Abdul Ghani; Muhammad Fadhli Azmi; Sandi Swasta Agung; Muaz Tanjung
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i4.26949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif hasil belajar Fikih antara siswa tamatan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) di MTs Azki Al Azhar Tandam Hilir II. Fokus kajian diarahkan pada sejauh mana perbedaan latar belakang pendidikan dasar memengaruhi capaian belajar materi salat jamak, serta faktor-faktor internal dan eksternal yang berperan dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru Fikih, dan enam siswa kelas VII yang dipilih secara purposif, serta dilengkapi observasi pembelajaran dan dokumentasi nilai ujian tengah semester. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan dalam hasil belajar Fikih antara siswa lulusan MI dan SD, meskipun terdapat disparitas pada kesiapan awal. Siswa MI cenderung lebih siap secara konseptual, sedangkan siswa SD menunjukkan motivasi dan rasa ingin tahu yang tinggi sehingga mampu menutup kesenjangan pengetahuan. Faktor penentu keberhasilan belajar lebih banyak dipengaruhi oleh peran guru dalam menerapkan strategi pembelajaran diferensiatif, lingkungan belajar yang inklusif, serta dukungan keluarga dan madrasah. Penilaian yang bersifat holistik mampu menumbuhkan keseimbangan pemahaman dan praktik keagamaan siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa latar belakang pendidikan dasar bukan determinan utama hasil belajar Fikih; keberhasilan lebih ditentukan oleh sistem pembelajaran yang adaptif, berkeadilan, dan berorientasi pada pembentukan fiqh al-qalb atau pemahaman yang menyatu dengan hati.
LPPOM MUI North Sumatra Public Relations Communication Strategy in Socializing Halal Certification to Medan City MSME Amar Fuad Marpaung; Muaz Tanjung
JURNAL AT-TURAS Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/at-turas.v11i1.8686

Abstract

This research aims to explore the communication strategies implemented by Public Relations of LPPOM MUI North Sumatra in socializing halal certification to MSME in Medan City. This study also aims to assess the level of effectiveness of this communication strategy. In the context of processing halal certification, which has significant relevance to products circulating in the Medan City community, a strategic communication approach was taken by LPPOM MUI North Sumatra to MSME traders in this region. This research uses a qualitative approach with the Grounded Research method, which allows researchers to conduct in-depth interviews with key sources. The research sources consisted of the Head of Public Relations of LPPOM MUI North Sumatra and three MSME traders operating on Jl. Tuasan, Medan City. The research results show that North Sumatra LPPOM MUI Public Relations uses various media such as print media, online media and social media in its communication strategy. However, the level of MSME product registration to LPPOM MUI North Sumatra shows a decline every year, with no registration in the 2022-2024 period. These findings indicate that the communication strategy implemented by the Public Relations of LPPOM MUI North Sumatra has not been effective in increasing awareness about halal certification among MSME traders, especially on Jl. Tuasan, Medan Tembung District. The implication is that MSME traders do not understand the process of processing halal certification both online and offline.
Analisis Komparatif Hasil Belajar Fikih Siswa Tamatan Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Farhan Abdul Ghani; Muhammad Fadhli Azmi; Sandi Swasta Agung; Muaz Tanjung
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 9, No 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v9i4.26949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif hasil belajar Fikih antara siswa tamatan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) di MTs Azki Al Azhar Tandam Hilir II. Fokus kajian diarahkan pada sejauh mana perbedaan latar belakang pendidikan dasar memengaruhi capaian belajar materi salat jamak, serta faktor-faktor internal dan eksternal yang berperan dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru Fikih, dan enam siswa kelas VII yang dipilih secara purposif, serta dilengkapi observasi pembelajaran dan dokumentasi nilai ujian tengah semester. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan dalam hasil belajar Fikih antara siswa lulusan MI dan SD, meskipun terdapat disparitas pada kesiapan awal. Siswa MI cenderung lebih siap secara konseptual, sedangkan siswa SD menunjukkan motivasi dan rasa ingin tahu yang tinggi sehingga mampu menutup kesenjangan pengetahuan. Faktor penentu keberhasilan belajar lebih banyak dipengaruhi oleh peran guru dalam menerapkan strategi pembelajaran diferensiatif, lingkungan belajar yang inklusif, serta dukungan keluarga dan madrasah. Penilaian yang bersifat holistik mampu menumbuhkan keseimbangan pemahaman dan praktik keagamaan siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa latar belakang pendidikan dasar bukan determinan utama hasil belajar Fikih; keberhasilan lebih ditentukan oleh sistem pembelajaran yang adaptif, berkeadilan, dan berorientasi pada pembentukan fiqh al-qalb atau pemahaman yang menyatu dengan hati.