This Author published in this journals
All Journal Jurnal INKOM
Akbari Indra Basuki
Puslit Informatika LIPI, bidang Otomasi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Purwarupa Modem Audio Berbasis Mikrokontroler dengan Teknik Direct Digital Synthesizer dan Zero Crossing Detector Akbari Indra Basuki; Oka Mahendra
INKOM Journal Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Pusat Penelitian Informatika - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/j.inkom.252

Abstract

A microcontroller based audio modem system by means of Digital Direct Synthesizer (DDS) and Zero Crossing Detector (ZCD) technique is proposed in this paper. The modem operates in audible frequency range. The function of this modem is to transmit digital data through analog audio channel. In the modulator, DDS is used to generate sinusoidal audio signal. The modulation technique is 16-tones M-Ary Frequency Shift Keying (M-FSK) or MFSK16. In the demodulator, ZCD technique is used to measure the  sinusoidal signal periods. The experiments were done in the physical layer, to analyze the optimal channel bandwidth, transfer rate, and Bit Error Rate (BER). It was found that the optimal channel bandwidth for each tone is proportional to the frequency, due to fixed error DDS calculation. The performances of the modem are capable to modulatedata in transfer rate 200 bps and BER 2x10−3 without channel coding improvement.keywords: Audio modem, DDS, M-FSK, Zero Crossing Detector, GSMSistem modem audio berbasis mikrokontroler dengan teknik Direct Digital Synthesizer (DDS) dan Zero Crossing Detector (ZCD) diusulkan pada tulisan ini. Modem ini beroperasi pada frekuensi suara audible. Modem ini berfungsi untuk melewatkan data digital melalui kanal audio analog. Pada sisi modulator, digunakan teknik DDS untuk menghasilkan gelombang sinus audio. Teknik modulasi yang digunakan adalah 16 tone M-Ary Frequency Shift Keying (M-FSK) atau MFSK16. Pada sisi demodulator, teknik ZCD digunakan untuk mengukur perioda gelombang sinus. Pengujian dilakukan pada layer fisik modem dengan mencari lebar kanal yang optimal untuk masing-masing tone, nilai transfer rate, dan nilai Bit Error Rate (BER). Hasil pengujian menunjukkan lebar kanal optimal untuk masing-masing tone berbanding lurus dengan besar frekuensi, karena errorperhitungan frekuensi oleh DDS bersifat tetap. Performansi modem mencapai nilai transfer rate 200 bps dengan BER 2x10−3, tanpa penambahan pengkodean kanal.kata kunci: Modem audio, DDS, M-FSK, Zero Crossing Detector, GSM
Metode Pemantau Posisi dan Arah Gerak Helikopter Tanpa Awak dengan Google Maps API Akbari Indra Basuki; Oka Mahendra
INKOM Journal Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Pusat Penelitian Informatika - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/j.inkom.111

Abstract

Makalah ini membahas metode pemantau posisi dan arah gerak helikopter tanpa awak dengan bantuan layanan Google Maps API dan sensor GPS. Sinyal yang dihasilkan oleh GPS berupa data posisi dalam koordinat lintang dan bujur. Arah gerak helikopter diperoleh dari modul GPS dengan mengkalkulasi data riwayat posisi. Sinyal dari GPS selanjutnya dipancarkan oleh modem radio di helikopter dan diterima oleh modem radio di komputer. Data kemudian diolah oleh program aplikasi yang dibuat dengan Visual Basic 6. Data hasil olahan digunakan oleh program javascript untuk menampilkan posisi dan arah gerak helikopter ke dalam peta yang diperoleh dari layanan Google Maps API. Sebagai hasil akhir, pengguna dapat melihat posisi dan arah gerak helikopter pada browser seperti Mozilla Firefox, Google Chrome maupun browser lain yang mendukung HTML5. Kecepatan pembaharuan data posisi pada jaringan lokal dapat mencapai duapuluh data perdetik atau 20 Hz. Kemampuan ini sangat lebih dari cukup mengingat kemampuan akusisi sensor GPS komersial yang paling mutakhir hanya  berkisar  antara 5-10 Hz. Dengan menggunakan metode ini data GPS dapat diproses tanpa ada data yang terlewat.