ABSTRAKKomunikasi yang berkembang seiring kemajuan teknologi turut mempengaruhi ritme kerja industri media. Pergeseran penggunaan media pun terasa dari jurnalistik cetak hingga jurnalistik yang mengalami konvergensi media dengan berkembangnya teknologi komputer dan komunikasi. Para jurnalis saat ini ditantang untuk menyaring informasi yang berasal dari media daring sebagai sumber informasi. Mereka juga ditantang untuk menyajikan informasi dengan elemen esensial jurnalistik secara cepat, menarik, dan interaktif. Kasus perundungan Audrey yang dimulai dari unggahan warganet yang kemudian mendunia pun menjadi tantangan para jurnalis Indonesia dalam pemberitaannya. Tantangan tersebut tidak hanya berasal dari sumber yang dipertanyakan kredibilitasnya, namun berasal dari subjek pemberitaan yang masih berstatus anak di bawah usia 17 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian analisis framing Robert E. Entman. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan data primer berupa studi dokumentasi dari portal berita Tribunnews.com dan Suara.com serta data sekunder berupa studi kepustakaan. Uji keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi wawancara tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tribunnews.com dengan bingkai kekerasannya, memandang para pelaku yang masih berstatus anak dibenarkan mendapatkan hukuman keras secara sosial dan pidana. Sementara itu, Suara.com dengan bingkai anti kekerasannya, memandang para pelaku yang masih berstatus anak dapat diberikan hukuman efek jera, namun mempertimbangkan masa depan mereka. Kata Kunci : Analisis Framing, Model Robert E. Entman, Kasus Perundungan Audrey, Para Pelaku Perundungan Audrey, Kekerasan.ABSTRACT Advancements in Communication and Technology has most certainly influenced the rhythm of the media industry and its workforce. A significant shift between media usage can be noticed, from print journalism to the media convergenced-journalism due to the development of computer technology and communication. Currently, journalists face new challenges involving the filtering sources of information from online media. Furthermore, they are challenged to broadcast the information with Journalistic essential element, in a fast, interesting, and interactive manner. Journalists faced a challenge, specifically in news broadcasting, take this case for example: The bullying of a certain Audrey sparked its first flames when Netizens uploaded the story into the vast internet. This challenge does not only come from the questionable credibility of the sources, but also from news subjects who are still children under 17 years of age. This study uses a qualitative approach with the Robert E. Entman framing analysis research method. The primary data collected was from documented study of tribunnews.com and suara.com, while secondary data was taken from literature reviews. Validity test of this research was using triangulation of interviews with public figures.The results showed that Tribunnews.com, with its violence frame, viewed the perpetrators who were still children as justified in getting harsh punishments socially and criminally. Meanwhile, Suara.com, with its anti-violence framework, views that perpetrators who are still children can be giv-en a deterrent effect, but consider their future.Keywords : Framing Analysis, Robert E. Entman model, Audrey’s bullying case, Audrey’s bullying perpetrator, violence