Arif Wahyudi
Jurusan Syariah STAIN Pamekasan, Jl Raya Panglegur Km. 04 Pamekasan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENGURAI PETA KITAB-KITAB HADITS (Kajian Referensi atas Kitab-kitab Hadits) Arif Wahyudi
AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial Vol. 8 No. 1 (2013)
Publisher : Faculty of Sharia IAIN Madura collaboration with The Islamic Law Researcher Association (APHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/al-lhkam.v8i1.337

Abstract

Karya di bidang hadits sangat kaya, baik dari segi kuantitas,ragam kajian maupun metodologi penyusunannya. Dengankarya yang demikian banyak, tentu tidak mudah untukmengkaji dan mengenal seluruhnya. Faktor ini membuatsebagian pengkaji ilmu keislaman kurang tepat dalambereferensi terhadap kitab-kitab hadits. Oleh karena itu, perluterdapat kajian mengenai ragam dan karakteristik kitab-kitabhadits untuk memudahkan melacak maupun mereferensipada setiap hadits yang diambil. Tulisan ini tidak mencakupseluruh kitab hadits, namun memfokuskan pada beberapamacam kitab hadits, seperti kitab-kitab induk hadits, kitabkitabsyarh, kitab-kitab penghimpunan dan kitab-kitab rijal.Kitab induk hadits merupakan kitab yang ditulis mukharrijhadits dengan sanad bersambung sampai ke nabi tanpamengutip dari kitab-kitab ulama yang lain. Kepada kitab-kitabinilah setiap penukilan hadits dirujuk. Kitab-kitab syarh haditsmerupakan penjelasan terhadap kitab-kitab induk tertentumengenai makna matn hadits maupun tentang sanad-nya.Kitab penghimpunan merupakan kumpulan hadits-hadits dariberbagai kitab induk hadits sesuai dengan tema yangdiinginkan penulis kitabnya. Kitab-kitab inilah yang seringdisalahartikan sebagai kitab induk hadits. Adapun kitab rijâlal-hadîts membicarakan mengenai para periwayat hadits,ditujukan untuk menilai validitas hadits dari sisi sanad, baikketersambungannya, atau cacat tidaknya seorang rawî.
KONTROVERSI HADITS-HADITS MENANGISI MAYAT DALAM PERSPEKTIF MUKHTALIF HADITS Arif Wahyudi
AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial Vol. 9 No. 1 (2014)
Publisher : Faculty of Sharia IAIN Madura collaboration with The Islamic Law Researcher Association (APHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/al-lhkam.v9i1.359

Abstract

Pertentangan antara hadits-hadits tentang menangisi mayit seringkali berdampak langsung kepada masyarakat akar rumput, sehingga sekedar menitikkan air mata karena keluarganya meninggal akan membuat yang lain menghardik dengan alasan bahwa si mayit akan disiksa di dalam kubur ketika ada yang menangis atau si mayit akan menjadi hantu. Pertentangan dalam masalah ini akan coba penulis kaji dan selesaikan dengan metode Mukhtalif Hadits. Ilmu Mukhtalif Hadits merupakan ilmu yang membahas pertentangan hadits dengan hadits lain, dengan al-Qur’an, logika dan fakta, baik pertentangannya secara zhahir atau hakiki. Hal ini senada dengan cakupan pembahasan kitab-kitab tentang mukhtalif hadits, diantaranya Ta`wîl Mukhtalif al-Hadîts karya Abî Muhammad Abdullah ibn Muslim Qutaibah (213-276 H). Secara esensi, pertentangan antara satu hadits dengan yang lain hanyalah pada zhahirnya dan tidak bersifat hakiki, mengingat keseluruhannya bersumber dari Allah swt.