Syamsuri Syamsuri
University of Darussalam Gontor Jl. Raya Siman Km. 5 Siman, Ponorogo, East Java, 63471, Indonesia Phone: +62-352-3574562 / +62-352-3574563 Mobile: +62 852 5977 4104 Fax: +62-352-488182

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CREATIVE ECONOMY BASED ON SYARIAH AS AN EFFORT TO INCREASE COMMUNITIES WELFARE: Case Study at BAPPEDA, East Java Province, 2019 Syamsuri Syamsuri; Muhammad Reno Fathur Rahman
MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 43, No 2 (2019)
Publisher : State Islamic University North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/miqot.v43i2.674

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the government’s creative economic strategy in improving the welfare of the community, especially in the BAPPEDA of East Java Province and also to find out the efforts of regional governments in developing a sharia-based creative economy. Descriptive qualitative research methods are used by the author as an approach in this study. Data collection techniques are by documentation, interviews and observation. The results of the study indicate that the government’s creative economic strategies are established by building synergy with pentahelix elements, motivating innovation, realizing the “smart economy” program, and collaboration with BEKRAF. It also explained that the efforts of the regional government in developing a sharia-based creative economy are by producing halal products and involving syaria institutions into pentahelix elements and implementing the concept of mashlahah in creative economic activities.Abstrak: Ekonomi Kreatif Syariah Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Umat. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi ekonomi kreatif pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di BAPPEDA Provinsi Jawa Timur, dan bagaimana upaya pemerintah daerah mengembangkan ekonomi kreatif berbasis syariah. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data dokumentasi, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ekonomi kreatif pemerintah dilakukan dengan bersinergi dengan elemen pentahelix, motivasi semangat dan inovasi, sadar program “smart economy”, dan kerjasama dengan BEKRAF. Hasil penelitian juga menjelaskan bahwa upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis syariah adalah dengan menghasilkan produk-produk ekonomi kreatif yang halal dan syar‘i, melibatkan institusi syariah ke dalam elemen pentahelix, dan menerapkan konsep mashlahah dalam kegiatan ekonomi kreatif.Kata Kunci: Ekonomi kreatif, kesejahteraan, ekonomi kreatif syariah
MAQÂSHID SYARÎ'AH APPROACH ON THE EMPOWERMENT OF HUMAN RESOURCES IN MULYODADI VILLAGE BANTUL YOGYAKARTA Syamsuri Syamsuri; Okta Yuripta Syafitri
MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 42, No 2 (2018)
Publisher : State Islamic University North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/miqot.v42i2.549

Abstract

Abstract: The process of community economic development by involving the community directly from planning, implementation to evaluation is a model of empowerment that raises human dignity on the real essence. The villagers is not only an object of development, but every individual is required to be involved in the whole process of empowerment. This article tries to analyze the inhibiting factors as well as solutions of empowerment program of Human Resources in Mulyodadi village. By using qualitative method and taking data through interview, observation, and documentation (triangulation). Finally this article found two factors inhibiting the empowerment of human resources that is internal and external aspects. However, these two factors can be solved with some solutions and approaches made by the government and the community.Abstrak: Pendekatan maqâshid syarî‘ah terhadap Penguatan Sumberdaya Manusia di Desa Mulyodadi Bantul Yogyakarta. Proses pembangunan ekonomi masyarakat dengan melibatkan masyarakat secara langsung mulai perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi merupakan model pemberdayaan yang memanusiakan manusia pada hakekat sebenarnya. Masyarakat desa tidak hanya menjadi objek pembangunan atau program yang bersifat top-down, melainkan setiap individu dituntut terlibat dalam seluruh proses pemberdayaan. Artikel ini mencoba menganalisis faktor penghambat sekaligus solusi program pemberdayan Sumber Daya Manusia di desa Mulyodadi. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pengambilan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi (triangulasi). Artikel ini menemukan bahwa terdapat dua faktor penghambat pemberdayaan SDM yaitu aspek internal dan eksternal. Akan tetapi kedua faktor tersebut mampu diselesaikan dengan beberapa solusi dan pendekatan yang dilakukan oleh pihak pemerintah maupun masyarakat.Keywords: maqâshid syarî‘ah, human resources, Bantul, economic development