Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH LATIHANSLOW DEEP BREATHING TERHADAP KONTROL KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DM TIPE II DI SMC RS TELOGOREJO Sukesi -; Ismonah -; M. Syamsul Arif
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.616 KB)

Abstract

SDB (slow deep breathing) adalah bentuk latihan napas yang terdiri atas pernapasan abdomen (diafragma)danpurse lips breathing. SDB (slow deep breathing) merupakan tindakan untuk mengurangi stres,karena dalam kondisi stres akan terjadi peningkatan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan slow deep breathing terhadap kontrol kadar gula darah pada pasien DM Tipe II. Desain penelitian ini adalah kuasi-eksperimen pretest- posttest control group. Jumlah sampel 15 responden pada kelompok intervensi dan 15 responden pada kelompok kontrol, dengan teknik sampling accidental sampling. Hasil penelitian ini menunjukkanada pengaruh yang signifikan latihan slow deep breathing terhadap kontrol kadar gula darah pada pasien DM Tipe II, setelah dilakukan uji independent t test dengan nilai p =0.000 (α <0.05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa SDB (slow deep breathing) dapat menurunkan kadar gula darah pada pasien DM Tipe II. Latihan SDB (slow deep breathing) dapat dijadikan salah satu intervensi keperawatan dalam menurunkan kadar gula darah pada pasien DM Tipe II dan dapat diaplikasikan dalam pelayanan kesehatan. Kata kunci: Slow deep breathing, kadar gula darah, DM Tipe II
PENGARUH KOMBINASI IMAJINASI TERBIMBING DAN AROMA TERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN NYERI PASIEN PASCA BEDAH DENGAN GENERAL ANESTESI DI RS TELOGOREJO SEMARANG Via Untari; Sri Puguh Kristiyawati; M. Syamsul Arif
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 1 (2014): Desember 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2166.509 KB)

Abstract

Pembedahan merupakan tindakan yang menggunakan teknik invasif dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani melalui sayatan yang diakhiri dengan penumpan dan penjahitan luka. Dalam melakukan prosedur pembedahan diperlukan anestesi untuk mengurangi rasa nyeri, salab satunya dengan general anestesi. Pada saat pasien sadar dari anestesi general maka rasa nyeri menjadi sangat terasa. Nyeri merupakan sensasi ketidaknyamanan yang dimanifestasikan sebagai penderitaan yang diakibatkan oleh persepsi jiwa yang nyata, ancaman, dan fantasi luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi imajinasi terbimbing dan aroma terapi lavender terhadap penurunan nyeri pasien pasca bedah dengan general anestesi di Rumah Sakit Telogorejo Semarang. Metode: Desain penelitian ini menggunakan Pretest-Posttest Design, dilakukan pada 23 responden dengan teknik Accidental sampling. Uji yang digunakan menggunakan paired sampel t-test. Hasil: Hasil uji menunjukkan ada pengaruh kombinasi imajinasi terbimbing dan aroma terapi lavender terhadap penurunan nyeri pasien pasca bedah dengan general anestesi di Rumah Sakit Telogorejo Semarang dengan p-value 0,000<0,05. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan terapi non-farmakologi lainnya dan menggunakan sampel penelitian yang lebih besar lagi sehingga didapatkan hasil lebih baik.Kata Kunci : Pembedahan, Nyeri, Relaksasi Imajinasi Terbimbing, Aroma Terapi Lavender
PENGUATAN LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK LOKAL (LPPL) AGROPOLITAN TELEVISI i(ATV) iSEBAGAI iMEDIA iTELEVISI iPUBLIK iLOKAL iDAN iPERUSAHAAN iPERS M. Syamsul Arif
International Significance of Notary Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2020/ison.v2i2.11445

Abstract

 ABSTRACTSo ifar, ias iwith iother iLocal iPublic iBroadcasting iInstitutions i(LPPL) iin ivarious iregions iin iIndonesia, iboth ion itelevision iand iradio, ithe imain iproblem ithat icontinues ito iemerge iis iinstitutional iissues. iLikewise iwith iLPPL iAgropolitan iTelevisi i(atv). iEven ithough iit ihas ibeen ibroadcasting ifor i16 iyears, ithis iproblem icontinues ito iarise, iespecially iwhen idiscussing ithe ibudget iat ithe iRegional iPeople's iRepresentative iCouncil ibuilding. iThe icontinued iemergence iof ithese iproblems iis iinseparable ifrom ithe iincompleteness iof iLaw iNumber i32 iof i2002 iconcerning iBroadcasting iand iGovernment iRegulation iNumber i11 iof i2005 iconcerning iPublic iBroadcasting iInstitutions, ias ithe ilegal ibasis ifor ithe iestablishment iof ithe iLPP, iboth itelevision iand iradio. iAmid ithe iconfusion iregarding ithe iinstitutional idetermination ias imandated iby iLaw iNumber i32 iof i2002 iconcerning iBroadcasting iand iGovernment iRegulation iNumber i11 iof i2005 iconcerning iPublic iBroadcasting iInstitutions, ia iCircular iLetter i(SE) ifrom ithe iPress iCouncil iappears iwhich irequires ithat imedia icompanies ibe ilegally iincorporated ias iLimited iLiability iCompanies, iNumber i01 i/ iSE-DP i/ iI i/ i2014 iconcerning ithe iImplementation iof iLaw iNumber i40 iof i1999 iconcerning ithe iPress, iand ithe iStandard ifor iPress iCompanies, idated iJanuary i16, i2014. iThis iis idone ito iguarantee ithe ineutrality iand iindependence iof ithe iinformation ipresented. iIn iaddition, ito iprovide iwelfare iguarantees ifor iemployees.Keyword: iLocal iPublic iBroadcasting iInstitution, iTelevision iAgropolitan, iTelevision iMedia, iPers. ABSTRAKTerus imunculnya ipersoalan lembaga penyiaran publik lokal  , itidak iterlepas idari ikurang ilengkapnya iUndang-Undang iNomor i32 iTahun i2002 itentang iPenyiaran idan iPeraturan iPemerintah iNomor i11 iTahun i2005 itentang iLembaga iPenyiaran iPublik, isebagai idasar ihukum iatas iberdirinya iLPP ibaik itelevisi imaupun iRadio. iDitengah ikerancuan iakan ipenentuan ikelembagaan isesuai iyang idiamanatkan iUndang-Undang iNomor i32 iTahun i2002 itentang iPenyiaran idan iPeraturan iPemerintah iNomor i11 iTahun i2005 itentang iLembaga iPenyiaran iPublik, imuncul iSurat iEdaran i(SE) idari iDewan iPers iyang imensyaratkan ibahwa iperusahaan imedia iharus iberbadan ihukum iPerseroan iTerbatas, iNomor i01/SE-DP/I/2014 itentang iPelaksanaan iUndang-Undang iNomor i40 iTahun i1999 itentang iPers, idan iStandart iPerusahaan iPers, itertanggal i16 iJanuari i2014. iHal iini idilakukan iuntuk imemberikan ijaminan iakan inetralitas idan iindepedensi iakan isebuah iinformasi iyang idisajikan. iSelain iitu ijuga iuntuk imemberikan ijaminan ikesejahteraan iterhadap ikaryawannya. iPenelitian iini ibertujuan iuntuk imemberikan ideskripsi iuntuk ipenguatan i iLembaga iPenyiaran iPublik iLokal i(LPPL) iAgropolitan iTelevisi isebagai ilembaga ipenyiaran ipublik idi iIndonesia, ibaik isebagai ifungsi ilayanan imasyarakat idan iperusahaan ipers, iyang idikaitkan idengan iUndang-Undang iNomor i40 iTahun i1999 itentang iPersKata iKunci: iLembaga iPenyiaran iPublik iLokal, iAgropolitan iTelevisi, iMedia iTelevisi, iPers.