This Author published in this journals
All Journal REKA KARSA
Riantiza Avesta
Institut Teknologi Nasional

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perubahan Pola Sirkulasi Pedestrian Terhadap Fungsi Ruang Luar Area Balai Kota Bandung Riantiza Avesta; Gilang Ramadhan Ridwan; Agung Arief
REKA KARSA Vol 6, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v6i4.3677

Abstract

ABSTRAK Balai Kota merupakan bangunan administratif utama bagi pemerintahan kota dan biasanya memuat dewan kota, departemen terkait dan para pegawainya. Balai Kota kini bukan lagi hanya sebagai kantor administrasi kota, tapi juga menjadi tempat wisata keluarga. Dengan adanya perubahan yang terjadi pada Balai Kota mengakibatkan adanya perubahan pola sirkulasi ruang luar Balai Kota. Adapun metoda yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif karena pada penelitian ini dimulai dari mencari data dan fakta di lapangan lalu menganalisis dan menafsirkan pengaruh perubahan fungsi bangunan terhadap sirkulasi pendestrian di area Balai Kota Bandung .Dan Pendekatan Induktif mendorong kami untuk melakukan pengamatan secara langsung dengan kasus yang akan dijadikan studi, dalam kasus ini pengaruh perubahan fungsi bangunan terhadap sirkulasi pendestrian di area Balai Kota Bandung , Jawa Barat. Dapat disimpulkan bahwa adanya area perubahan yang terjadi dari kawasan bangunan pemerintahan yang dominan private kini setelah dilakukan renovasi kawasan Balai Kota Bandung menjadi lebih terbuka dan sifatnya menjadi dominan area publik, namun masih terdapat batasan area yang jelas bagi area publik dan private. Kata kunci: Balai Kota, Sirkulasi, Ruang Luar, Perubahan. ABSTRACT City Hall is main of administrative buildings for city government and ordinarily accomodate City council, relevant departement and employees. Now City Hall not anymore as city administration office, but also make family attractions. As is changes that occur at City Hall rusulting in a change circulation patterns of City Hall open space. As for the method used in this research is qualitative because in this research starting from looking for data and facts in the area then analyze and interpreting of building function change effects to pedestrian circulation in Bandung City Hall area. And study, inductive approach encourage us to make directly observations with case to be made, In the case building function change effects in Bandung City Hall area, West Java. Can be said that zone arrangement as a result function changes very important in Government area because it affects flow of circulation that goes on to society as well government employees. Keywords: City Hall, Circulation, Open Space, Chamge
Adaptasi Desain Pada Tritisan Perumahan Minimalis Sesuai Iklim Tropis di Indonesia Muhammad Elfan Akbariansyah; Nikko Arvian; Lisbet Lisbet; Riantiza Avesta
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 7, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v7i1.3665

Abstract

AbstrakIndonesia terletak pada daerah hutan hujan tropis dengan kondisi bangunan iklim berkarakter hutan hujan di sekitar pantai dan di dataran rendah khatulistiwa. Salah satu cara dasar untuk mengatasi permasalahan iklim di Indonesia dalam pengaruhnya terhadap bangunan, yaitu pemasangan tritisan pada bangunan. Tritisan ini dapat mengurangi radiasi sinar matahari yang masuk kedalam ruangan rumah dengan memperhitungkan skala dan ukuran pada pembuatan tritisan. Di Indonesia, rata rata rumah penduduk yang menempati perumahan minimalis memperhatikan tritisan, dikarenakan kondisi iklim tropis yang dimiliki Negara Indonesia, seperti musim kemarau dan musim hujan. Sinar Matahari yang jatuh pada bangunan akan menjadi kendala apabila sinar yang masuk merupakan energi panas yang akan menyebabkan suhu ruangan bertambah karena adanya radiasi panas terutama pada fasade barat. Oleh karena itu fasade barat sangat krusial dalam perolehan kenyamanan termal. Dengan demikian, fasade barat perlu tindakan arsitektural untuk menghindari radiasi panas masuk ke dalam ruangan. Lalu, penelitian diselenggarakan dengan menggunakan Metode Normatif Kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan terhadap elemen-elemen pembentuk arsitektur dan wawancara terhadap penghuni rumah dan penghuni perumahan, kemudian akan di hitung dalam bentuk kalkulasi secara matematis. Kata kunci: Tritisan pada Bangunan, Rumah Minimalis