Danang Aji Prasetyo
Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Geosaintek

ANALISA MATEMATIS PADA KOREKSI BOUGUER DAN KOREKSI MEDAN DATA GRAVITASI SATELIT TOPEX DAN PENERAPAN DALAM GEOHAZARD STUDI KASUS SESAR PALU KORO, SULAWESI TENGAH Aji Darma Maulana; Danang Aji Prasetyo
Jurnal Geosaintek Vol 5, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v5i3.6100

Abstract

Tahapan pengolahan geofisika merupakan tahapan krusial pada suatu penelitian. Ketepatan serta pemahan sifat koreksi nilai gravitasi sangat diperlukan agar hasil pengukuran geofisika mencerminkan keadaan bumi sebagaimana mestinya. Penelitian ini menggunakan data gravitasi hasil observasi Satelit TOPEX dengan luas area pengukuran 37.530 km2 dan data yang didapat berupa Free air Anomaly. Penelitian ini menerapkan analisa matematis pada koreksi Bouguer dan koreksi medan untuk menghasilkan representasi data yang memiliki kesesuaian antara data geofisika dengan kondisi geologi sebenarnya. Analisa dilakukan dengan cara membandingkan empat variasi pengolahan koreksi Bouguer dan koreksi medan pada nilai Free Air Anomaly. Pengolahan tersebut dilakukan dengan cara memperkecil perbedaan nilai koreksi Bouguer dan/atau koreksi medan yang terlalu besar sebagai akibat dari perbedaan elevasi yang terlalu signifikan. Dari keempat pengolahan tersebut menghasilkan empat peta anomaly Bouguer lengkap dengan pola ekspresi yang berbeda. Didapatkan anomaly Bouguer lengkap yang merepresentasikan keadaan geologi sebenarnya pada peta yang telah diperkecil perbedaan nilai pada koreksi Bouguer dan koreksi medan. Terlihat kemenerusan anomaly gravitasi dengan orientasi relative Utara- Selatan yang diinterpretasikan sebagai sesar mendatar. Serta beberapa kemenerusan dengan orientasi relative Baratlaut-Tenggara yang diinterpretasikan sebagai sesar penyerta. Anomaly tersebut berada pada kirasan nilai 7.1 – 39 mGal pada peta anomaly Bouguer lengkap serta pada area sudut rendah peta tilt derivative dengan nilai -1.5 – 0.5 derajat. Keberadaan dan persebaran densitas yang mencerminkan litologi maupun sesar daerah penelitian telah tervalidasi oleh peta geologi dan ekpresi topografi data SRTM berdasarkan analisa anomaly gravitasi.
Pemodelan 3D Kecepatan Gelombang P Dengan Metode Double Difference Dan Tomografi Travel Time Untuk Identifikasi Patahan (Studi Kasus Patahan Palu- Koro) Aji Darma Maulana; Danang Aji Prasetyo
Jurnal Geosaintek Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1289.617 KB) | DOI: 10.12962/j25023659.v4i2.4295

Abstract

Sulawesi Tengah merupakan salah satu wilayah rawan bencana gempabumi di Indonesia. Sumber gempabumi berasal dari patahan aktif di daratan Sulawesi Tengah, salah satunya adalah Patahan Palu-Koro. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan model 3D kecepatan gelombang P dan untuk mengidentifikasi zona patahan di daerah penelitian menggunakan metode double difference dan tomografi travel time dengan memanfaatkan data gempabumi lokal. Hasil relokasi hiposenter dengan metode double difference menggunakan program hypoDD adalah irisan penampang vertikal yang melewati patahan Palu-Koro menunjukkan kedalaman patahan tersebut berkisar 3–27 km. Metode Coupled Velocity Hypocenter menggunakan program Velest 3.3 dilakukan dalam penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model 1D kecepatan gelombang P. Model 1D kecepatan gelombang P yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah nilai kecepatan antara 3.28 km/s hingga 9.07 km/s pada rentang kedalaman 0 – 36 km. Model 3D kecepatan gelombang P menunjukkan nilai kecepatan antara 5 km/s hingga 9 km/s pada area yang dilewati ray tracing. Relokasi hiposenter dengan metode double difference memiliki kecenderungan berkumpul membentuk cluster yang dapat diindikasikan patahan berada di sekitar cluster. Model 1D kecepatan gelombang P diperoleh mengalami peningkatan nilai pada beberapa lapisan. Model 3D kecepatan gelombang P menunjukkan ray tracing melewati jalur tercepat dan memiliki high velocity yang berasosiasi dengan batuan magmatik di sekitar patahan Palu-Koro