Sulawesi Tengah merupakan salah satu wilayah rawan bencana gempabumi di Indonesia. Sumber gempabumi berasal dari patahan aktif di daratan Sulawesi Tengah, salah satunya adalah Patahan Palu-Koro. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan model 3D kecepatan gelombang P dan untuk mengidentifikasi zona patahan di daerah penelitian menggunakan metode double difference dan tomografi travel time dengan memanfaatkan data gempabumi lokal. Hasil relokasi hiposenter dengan metode double difference menggunakan program hypoDD adalah irisan penampang vertikal yang melewati patahan Palu-Koro menunjukkan kedalaman patahan tersebut berkisar 3–27 km. Metode Coupled Velocity Hypocenter menggunakan program Velest 3.3 dilakukan dalam penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model 1D kecepatan gelombang P. Model 1D kecepatan gelombang P yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah nilai kecepatan antara 3.28 km/s hingga 9.07 km/s pada rentang kedalaman 0 – 36 km. Model 3D kecepatan gelombang P menunjukkan nilai kecepatan antara 5 km/s hingga 9 km/s pada area yang dilewati ray tracing. Relokasi hiposenter dengan metode double difference memiliki kecenderungan berkumpul membentuk cluster yang dapat diindikasikan patahan berada di sekitar cluster. Model 1D kecepatan gelombang P diperoleh mengalami peningkatan nilai pada beberapa lapisan. Model 3D kecepatan gelombang P menunjukkan ray tracing melewati jalur tercepat dan memiliki high velocity yang berasosiasi dengan batuan magmatik di sekitar patahan Palu-Koro
Copyrights © 2018