This Author published in this journals
All Journal AGRIMOR
Ferdinandus K. O. Henakin
Fakultas Pertanian, Universitas Timor, Kefamenanu, Indonesia.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Nilai Tambah Singkong Sebagai Bahan Baku Produk Keripik di Kelompok Usaha Bersama Sehati Desa Batnes Kecamatan Musi Ferdinandus K. O. Henakin; Werenfridus Taena
AGRIMOR Vol 3 No 2 (2018): AGRIMOR - April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.551 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i2.246

Abstract

Indonesia adalah negara agraris sehingga sektor pertanian mempunyai peranan yang sangat besar dalam pertumbuhan ekonomi negara dengan agroindustri atau industri yang berbasis pertanian yang menjadi salah satu motor pembangunan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) gambaran umum usaha pengolahan singkong menjadi keripik; 2) besarnya nilai tambah dari usaha pengolahan singkong menjadi keripik; dan 3) besarnya pendapatan dari usaha pengolahan singkong menjadi keripik di Kelompok Usaha Bersama Sehati desa Batnes. Penelitian dilaksanakan di Kelompok Usaha Bersama Sehati, desa Batnes, kecamatan Musi pada bulan April-Oktober 2017. Pengambilan data menggunakan metode survei. Sampel dilakukan pada unit usaha keripik singkong pada Kelompok Usaha Bersama Sehati dengan menggunakan metode sensus dimana seluruh anggota pada unit usaha menjadi responden yaitu sebanyak 10 orang. Untuk mengetahui gambaran umum usaha keripik singkong maka digunakan analisis deskriptif, untuk mengetahui pendapatan usaha keripik singkong maka digunakan analisis pendapatan, untuk mengetahui keuntungan relatif dari usaha keripik singkong darat digunakan analisis R/C Rasio. Hasil penelitian menunjukkan Kelompok Usaha Bersama Sehati memproduksi keripik singkong dengan memanfaatkan alat-alat pengolahan hasil pertanian yang sudah bukan manual lagi tetapi mengarah ke teknologi pengolahan yang lebih modern yaitu menggunakan mesin. Bahan-bahan yang digunakan dalam produksi keripik singkong adalah ubi kayu, minyak goreng, gula pasir, garam dapur dan cabe merah. Tahapan produksi keripik singkong dimulai dari penyediaan bahan baku, penyortiran, pengupasan, pencucian, perajangan, pembumbuan, penggorengan, pengurangan kadar minyak, pengemasan dan pemasaran. Nilai tambah produksi keripik singkong pada Kelompok Usaha Bersama Sehati sebesar Rp368.870.000,00. Pendapatan usaha keripik singkong pada kelompok usaha bersama sehati yaitu senilai Rp36.414.166,00 per bulan, sedangkan pendapatan anggota kelompok sebesar Rp3.241.416,00 per bulan. Nilai R/C Ratio sebesar 11,155 sehingga usaha keripik singkong layak untuk diusahakan.