Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Revisiting Tradition-Religion Relationship in Javanese Tayub Dance: How Local Community Deals with Dilemmas Devita Wulandari; Okta Hadi Nurcahyono; Abdul Rahman
Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol 29, No 1 (2021)
Publisher : LP2M - Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ws.29.1.8578

Abstract

Tayub is one of the traditional arts in Indonesia that is still preserved until today. This dance art, for example, is practiced by the Indonesian Islamic Da'wah Institute (LDII) community. Tayub, usually held once a year, is believed to have high values, although many people perceive it negatively. This study aims to reveal why the local religious community still maintains and practices Tayub dance art. The study employs a qualitative approach with a case study on Tayub dance art practiced by the LDII community in Sukoharjo. Data for this study were collected from observations, interviews, and documentation. The study reveals that the socio-religious traditional art practiced by the LDII community brings the community into a dilemma; they should live by either following traditions or carrying out religious tenets. The LDII community continues to maintain and practice the Tayub dance art as an expression of their gratitude. The local community believes that there are noble values contained in Tayub dance art, such as gratitude for God's grace, friendship, and harmony in society. However, many still view this art as a tradition that is not in accordance with religious tenets.
Pengaruh Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat terhadap Strategi Bertahan Hidup Pedagang Makanan Tradisional di Wonogiri Adistya Indrawan; Abdul Rahman; Yosafat Hermawan Trinugraha
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.231 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6004

Abstract

Kebijakan PPKM merupakan sebuah regulasi yang lahir pada situasi pandemi Covid-19 yang sedang mengalami fase kritis pada saat itu. penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui keberjalanan pelaksanaan PPKM di Kabupaten Wonogiri, (2) Mengetahui alasan mengapa pelaku usaha UMKM jajanan tradisional di lingkungan pasar Wonogiri memerlukan strategi bertahan pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, serta (3) Mengetahui strategi bertahan yang dilakukan pelaku usaha UMKM Jajanan Tradisional di lingkungan pasar Wonogiri pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Data didapatkan dari hasil metode observasi, wawancara, dan dokumentasi dari kurang lebih 20 informan yang terkait. Menggunakan teori James Scott dalam menganalisis data. Dengan teknik analisis melalui tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa (1) pelaksanaan PPKM di Kabupaten Wonogiri dilaksanakan secara aman dan lancar namun ditemui pro dan kontra dalam pelaksanaanya. (2) para pedagang tidak langsung menyerah dalam situasi sulit karena mayoritas mereka sudah menjadikannya pekerjaan pokok lebih dari lima tahun, dan ketrampilan dasar yang mereka miliki hanya pada pengolahan makanan daerah. (3) strategi bertahan yang dilakukan oleh para berdagang digaris bawahi pada tiga point yang pertama mengikat sabuk lebih kencang, kedua alternatif subsistensi, dan yang ketiga kekuatan relasi.