Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Evaluasi Daya Dukung Tanah Lunak Hasil Stabilisasi Kimia dengan Terra Firma di Daerah Gedebage, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat Bayu Arifianto; Benny Moestofa
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 4: Desember 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i4.99

Abstract

ABSTRAK Tanah lempung lunak adalah salah satu jenis tanah dasar yang sering menyebabkan masalah dalam berbagai jenis konstruksi karena daya dukungnya rendah dan kepekaan terhadap perubahan kadar air cukup tinggi. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan tanah dasar menggunakan bahan kimia Terra Firma untuk meningkatkan daya dukung tanah dasarnya. Penelitian ini dilaksanakan dengan pengambilan sampel dari Proyek Summarecon di Gedebage, Kota Bandung, termasuk pengujian skala laboratorium, untuk menentukan sifat fisik dan mekanik tanah lempung lunak. Uji skala laboratorium telah dilaksanakan pada berbagai variasi campuran tanah dengan komposisi Terra Firma 3%, 6%, dan 9%. Berdasarkan hasil uji laboratorium diperoleh nilai CBR tanah dasar sebesar 2,7% dan UCS 2,02 kg/cm², sedangkan hasil pengujian menunjukkan bahwa campuran Terra Firma yang paling efektif adalah 6% dengan waktu pemeraman selama 21 hari, dimana nilai CBR yang diperoleh sebesar 37,28% dan UCS 9,66 kg/cm². Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penggunaan stabilisasi kimia Terra Firma dapat meningkatkan daya dukung tanah lempung lunak hingga 14 kali. Kata kunci: tanah lempung lunak, daya dukung, stabilisasi kimia, Terra Firma. ABSTRACT Soft clay soil is one of the basic types of soil that often causes problems in any kinds of construction due to its low bearing capacity and high sensitivity to changes in moisture content. Therefore, the soil needs to be repaired by applying Terra Firma chemicals to increase the bearing capacity of the soil. This research is conducted by taking soil samples from the Summarecon Gedebage Project area, Bandung City, and was conducted laboratory scale testing, to determine the physical and mechanical properties of soft clay soil. The laboratory scale test was conducted with various variations of ground mixture with Terra Firma 3%, 6%, and 9%. Based on laboratory test results it is found that the base soil CBR value is 2.7% and UCS 2.02 kg/cm², while the applied Terra Firma chemicals comparison result shows that the 6% mixture is the most effective with 21 days curing time, CBR value of 37.28% and UCS 9.66 kg/cm². Therefore it can be concluded that the use of Terra Firma chemicals can increase the bearing capacity of soft clay soil up to 14 times. Keywords: soft clay soil, bearing capacity, chemical stabilization, Terra Firma.
PERANAN PROGRAM INVENTARISASI BAHAN BANGUNAN NASIONAL DALAM PEMBANGUNAN JALAN Benny Moestofa
Jurnal Jalan-Jembatan No 2 (1997)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Any highway engineering project requires information on the type, distribution, quality, reserve and cost of road-making materials. An inventory system to store this information for all Indonesia's provinces has been developed at Institute of Road Engineering (IRE). Indonesia, together with the collaboration of the Transport Research Laboratory (TRL) , United Kingdom. This article deals with the technical aspects of the inventory methodology which is applicable nationwide. The main benefit of this system is its use to road network planning and construction programmes in Indonesia. Although currently resricted tto road-making materials, the inventory system could be extended to cover other construction materials.
METODOLOGI TEKNIK INVENTARISASI STABILITAS LERENG JALAN DI INDONESIA Benny Moestofa
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 15 No 1 (1998)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap proyek pembangunan jalan membutuhkan informasi geoteknik yang berkaitan dengan masalah stabilitas lereng untuk meningkatkan prosedur perancanaan dan pemeliharaan lereng jalan yang selama ini mempengaruhi keberhasilan pembangunan jaringan jalan di Indonesia. Suatu metodologi inventarisasi, penyimpanan dan pengolahan data stabilitas lereng jalan telah dikembangkan di pusat penelittian dan pengembangan jalan, bekerjasama dengan Transport Research Laboratory (TRL-Inggris). Tulisan ini menguraikan tentang aspek-aspek teknik metodologi inventarisasi stabilitas lereng jalan yang dapat diterapkan di seluruh nusantara. Keuntungan utama metodologi inventarisasi ini adalah padat meningkatkan efesiensi sistem perencanaan serta program pembangunan jaringan jalan di Indonesia. Walaupun saat ini penerapan metodologi tersebut baru dilakukan fi beberapa propinsi (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan),tetapi sistem inventarisasi ini dapat diperluas penerapannya di seluruh propinsi Indonesia dalam waktu dekat ini.
PENELITIAN LONGSORAN JALAN BALIKPAPAN SAMARINDA PROPINSI KALIMANTAN TIMUR Benny Moestofa
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 16 No 2 (1999)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Longsoran jalan di daerah pegunungan Kalimantan Timur dan propinsi lainnya di Indonesia menimbulkan masalah beasr dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan. Masalh tersebut di sebagian besar aspek pembangunan jalan hanya dapat diatasi dengan menerapkan pengalaman cara penaggulangan yang efektif terhadap maslah yang sama di tempat lain berdasarkan pendekatan empiris. Dalam penerapan pengalaman cara penenggulangan tersebut, tahap pertama adalah mengidentifikasi jenis longsoran utama, terutama mekanisme longsoran dan karakteristik umumya. Cara pendekatan ini digunakan pada ruas jalan Balikpapan-Samarinda, Kalimantan Timur yang mencakup penelitian maasala prinsip-prinsip mekanisme longsoran yang mengakibatkan sebagian besar kerusakan jalan di Propinsi Kalimantan Timur.
PENELITIAN LONGSORAN JALAN SIMPANG WAIPIA-SALEMAN, PULAU SERAM, PROPINSI MALUKU Benny Moestofa
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 17 No 1 (2000)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah longsoran lereng jalan yang tersusun tanah residual pada ruas jalan Simpang Waipia-Saleman, Pulau Seram, Propinsi Maluku terutama disebabkan tidak layaknya desain, pembangunan dan pemeliharaan jalan, khususnya sistem drainase dan penempatan timbunan yang dijumpai di sepanjang jalur alinyemen yang sebagian besar melewati terrain yang sangat sulit serta tidak stabil. Oleh karrena itu, harus di buat korelasi antara faktor-faktor lingkungan geoteknik dengan kinerja lereng untuk memperoleh desain lereng jalan yang mantap. Korelasi tersebut dapat di buat berdasarkan hasil inventarisasi longsoran lereng jalan yang meliputi kinerja lereng, terrain, hidrologi serta variabilitas geologi yang dapat digunakan sebagi strategi pembuatan desain dan pemeliharaan lereng alam dan lereng buatan untuk diterapkan di seluruh jaringan jalan di Indonesia. Teknik inventarisasi ini akan menghasilkan suatu aturan desain lereng jalan yang sederhana di sepanjang Simpang Waipia-Saleman dan juga dapat diterapkan di daerah lainnya yang mempunyai kondisi geologi terrain sera iklim yang sama.