Eni Riptyawati
SMP Negeri 1 Bandungan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA MENUMBUHKAN KARAKTER IPA MELALUI REFLEKSI PENILAIAN DIRI PESERTA DIDIK PADA SISWA KELAS VIII D SMP NEGERI 1 BANDUNGAN TAHUN PELAJARAN 2014/ 2015 Eni Riptyawati
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2016.6.1.942

Abstract

Pendidikan karakter pada mata pelajaran IPA merupakan cara yang tepat untuk membentuk pribadi peserta didik yang berakhlak mulia. IPA merupakan salah satu pelajaran yang sudah menerapkan pendidikan karakter dalam proses pembelajarannya. Refleksi penilaian diri peserta didik merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan karakter tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menumbuhkan karakter jujur dan peduli pada lingkungan. Penelitian ini terdiri dari dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan karakter jujur dan peduli pada lingkungan Hal ini dapat diketahui dari hasil observasi penilaian diri peserta didik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa refleksi penilaian diri peserta didik dapat digunakan untuk menumbuhkan karakter IPA (jujur dan peduli pada lingkungan).
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KONSEP SISTEM KOORDINASI DAN ALAT INDERA MELALUI METODE PERMAINAN WHO WANTS TO BE A SMART STUDENT PADA SISWA KELAS IX F SMP NEGERI 1 BANDUNGAN TAHUN 2013/2014 eni riptyawati
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2014.4.2.104

Abstract

Hasil refleksi awal pembelajaran IPA menunjukkan pen- capaian ketuntasan secara klasikal rendah yaitu 53,8%. Ren- dahnya hasil belajar siswa karena guru belum memanfaatkan metode yang kreatif sehingga pelajaran menjadi membosankan. Rendahnya hasil belajar ini memacu guru untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran   dengan menggunakan metode quis Who Wants to be A  Smart Student. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar konsep Sistem Koor- dinasi dan Alat Indera melalui metode permainan Who Wants to be A Smart Student.  Penelitian ini dilakukan pada siswa ke- las IX F SMP Negeri 1 Bandungan Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Pembelajaran model permainan Who Wants to be A Smart Student berhasil apabila standar kompetensi yang diharapkan tercapai. Indikatornya adalah apabila 85 % siswa dapat mencapai hasil belajar dengan SKBM 70 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus 1 hingga siklus 2.Peningkatan tersebut meliputi rerata hasil belajar dari 73,4 pada siklus 1 menjadi 81,3 pada siklus 2, sehingga terjadi kenaikan sebesar 7,9 poin. Ketuntasan belajara secara klasikal juga mengalami kenaikan dari 65,4 % pada siklus 1 menjadi 88,5 % pada siklus 2, sehingga mengalami kenaikan sebesar 23,1 %. Aktifitas siswa mengalami kenaikan sebesar 25 % dari siklus 1 sebesar 66,7 % menjadi 87,5 % pada  siklus 2.Berdasarkan hasil analis data di atas dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran dengan menggunakan permainan Who Wants to be A Smart Student dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas IX F SMP Neg- eri 1 Bandungan Tahun Pelajaran 2013/2014. Meningkatnya hasil belajar ini dibuktikan dengan perolehan hasil belajar siswa yang telah memenuhi standar ketuntasan belajar minimal yang telah ditetapkan. Penggunaan metode permainan Who Wants to be A Smart Student merupakan salah satu metode alternatif bagi guru dalam pembe- lajaran yang disarankan untuk digunakan pada kompetensi dasar mendeskripsikan sistem koordinasi dan alat indera dan hubungannya dengan kesehatan.