Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

5 Elemen Pembentuk Citra Kota Di Kawasan Kota Lama Kupang Poetri Yaumil Achir; Julia S. P. L. Baok; I Nyoman Rama Putra; Feryrius Fahik; Nyoman Warnata
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 9 No. S1 (2021): UNDAGI: Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Special Issue
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.9.S1.4299.109-116

Abstract

The elements that reveal the image of the city are the parts that make up the characteristics of the region. Elements that reveal the image of the city can be seen from kevin lynch theory (1960), divided into 5 elements, namely: Path (jaur), Edges (edges), District (Area), Nodes (nodes), Landmarks (tengeran). The purpose of this study is to find and find elements that reveal the image of the old city of kupang and want to try to solve problems found in the field such as 5 elements of urban imagery that are less visible in the old city area of Kupang, This study uses a rationalistic approach with qualitatively processed data. Data in the form of literature and maps are collected to see signs and findings in the field. Then devise a theoretical concept based on existing theories of research variables. In this research also carried out the process of method analysis of deduction, namely the effort to explain or predict the existence of facts / events at the research site according to the theoretical foundation that has been obtained. The findings of the study showed that at some point in the old city already revealed elements forming the image of the old city of Kupang which was influenced by the elements forming the city area in line with the socio-cultural and economic development of the people in the region.
Pengaruh Aktivitas PKL Terhadap Kebutuhan Ruang Pedestrian di Alun-alun Kota Atambua Feryrius Fahik; Arfie Pigan Solissa
Jurnal Lingkungan Karya Arsitektur Vol. 2 No. 1 (2023): Architecture, Room, Structure, Material
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/lkr.v2i1.340

Abstract

Alun-alun kota Atambua merupakan ruang terbuka publik dan merupakan pusat keramaian oleh sebab itu, terjadi banyak aktivitas masyarakat yang berkunjung untuk melakukan aktivitas seperti jogging, basket, bersantai dan lain-lain maka dari itu munculnya PKL guna menunjang aktivitas tersebut. Aktivitas PKL terjadi di alun-alun kota Atambua berlangsung di empat jalan yang mengelilingi alun-alun Kota Atambua yakni Jalan Gatot Subroto Atambua, Jalan Maromak Oan, Jalan Basuki Rahmat, dan Jalan Jenderal Ahmad Yani. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah penggunaan aktivitas PKL di area pedestrian yang menyebabkan ruang pedestrian terlihat sempit sehingga menyebabkan penurunan kualitas keamanan dan kenyamanan ruang pedestrian. Pertanyaan penelitian adalah bagaimanakah pengaruh aktivitas PKL terhadap kebutuhan  ruang pedestrian di Alun-alun Kota Atambua dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kebutuhan ruang pedestrian di Alun-alun Kota Atambua pada saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi aktivitas-aktivitas PKL di ruang pedestrian, sehingga dapat diketahui kebutuhan ruang pedestrian yang ideal bagi pejalan kaki dan bagi aktivitas PKL setempat serta mengidentifikasi faktor-faktor pembentuk ruang pedestrian di Alun-alun Kota Atambua pada saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini  adalah  metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan fenomenalogi. Hasil penelitian ini adalah keempat jalan tersebut tidak terjadi aktivitas PKL disetiap waktu karena hanya di beberapa jalan saja yang terjadi aktivitas PKL oleh sebab itu, terjadi penurunan kualitas ruang pengguna jalan di beberapa titik. Kualitas elemen fisik yang ada di keempat jalan tersebut belum memadai.