Muchamad Coirun Nizar
Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PROSEDUR PELAKSANAAN DAN TINGKAT KEBERHASILAN MEDIASI DI PENGADILAN AGAMA SEMARANG Moh Saifuddin; Muchamad Coirun Nizar
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 8, No 1 (2021): Vol. 8, No. 1, April 2021
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v8i1.6572

Abstract

Mediasi sebagai upaya penyelesaian perkara sengketa di Indonesia sebenarnya telah lama ada dalam budaya masyarakat Indonesia. Akan tetapi penerapan dan pelaksanaannya di Pengadilan dinilai kurang efektif. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan mediasi di Pengadilan masih sangat rendah. Ditetapkannya Peraturan Mahkamah Agung No 1 tahun 2016 tentang prosedur mediasi di Pengadilan diharapkan dapat membantu tingkat keberhasilan mediasi di Pengadilan. Penelitian ini berupaya mengungkapkan prosedur pelaksanaan mediasi serta tingkat keberhasilannya di Pengadilan kelas 1 A Semarang. Tingkat keberhasilan yang diteliti khususnya untuk mengetahui angka prosentase keberhasilan mediasi sebelum dan sesudah diterapkannya PERMA No.1 tahun 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan data primer berupa data perkara mediasi di PA Kelas 1 A Semarang. Untuk mengetahui prosedur pelaksanaan, metode yang digunakan adalah wawancara. Hasil dari penelitian ini, bahwa dalam 5 tahun terakhir, perkara yang dapat dimediasi di PA kelas 1 A Semarang sebanyak 2562 perkara. Dari jumlah tersebut, hanya sebanyak 35 perkara saja yang berhasil, atau tingkat keberhasilannya hanya sebesar 1,4%. Selain itu, tingkat keberhasilan perkara mediasi di PA Kelas 1 A Semarang tahun 2015 (sebelum PERMA No. 1 Tahun 2016) sebesar 2,7%. Sedangkan Tingkat keberhasilan perkara mediasi di PA Kelas 1 A Semarang dalam prosentase tahun 2016-2019 (setelah PERMA No. 1 Tahun 2016), jika dihitung berdasarkan rata-rata, didapatkan jumlah sebesar 0,9% atau kurang dari 1%. Dari hitungan ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa angka tingkat keberhasilan mediasi sebelum dan sesudah ditetapkannya PERMA No. 1 Tahun 2016 mengalami penurunan sebesar 1,8%.
The Religious Court's Decisions on Divorce: A Maqāṣid Sharīʿa Perspective Muchamad Coirun Nizar
Ulumuna Vol 24 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/ujis.v24i2.408

Abstract

Maqāṣid sharīʿa is considered as a theory that can be applied to analyze the objectives of Islamic law. One of the developments of Islamic law in Indonesia, and in the Muslim world in general, is concerned with religious courts’ decision made by judges. This study analyzes court decisions from the maqāṣid sharīʿa perspective. This qualitative study focused on the divorce cases from the religious court of Salatiga district, Central Java. Twenty percent of the cases in 2017 were proportionally selected. This study shows that there were various reasons of divorce, ranging from constant quarrels to spousal negligence. The other reason was conversion, where one couple left Islam. The court decisions on those divorce cases suggest that the judges attempt to uphold the principles of maqāṣid sharīʿa, such as the preservation of life, descendant, asset and religion. Depending on the respective case, the judges may grant the petition if it will give a greater benefit to the parties concerned that does not contrary to the maqāṣid sharīʿa.
PROSEDUR PELAKSANAAN DAN TINGKAT KEBERHASILAN MEDIASI DI PENGADILAN AGAMA SEMARANG Moh Saifuddin; Muchamad Coirun Nizar
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 8, No 1 (2021): Vol. 8, No. 1, April 2021
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v8i1.6572

Abstract

Mediasi sebagai upaya penyelesaian perkara sengketa di Indonesia sebenarnya telah lama ada dalam budaya masyarakat Indonesia. Akan tetapi penerapan dan pelaksanaannya di Pengadilan dinilai kurang efektif. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan mediasi di Pengadilan masih sangat rendah. Ditetapkannya Peraturan Mahkamah Agung No 1 tahun 2016 tentang prosedur mediasi di Pengadilan diharapkan dapat membantu tingkat keberhasilan mediasi di Pengadilan. Penelitian ini berupaya mengungkapkan prosedur pelaksanaan mediasi serta tingkat keberhasilannya di Pengadilan kelas 1 A Semarang. Tingkat keberhasilan yang diteliti khususnya untuk mengetahui angka prosentase keberhasilan mediasi sebelum dan sesudah diterapkannya PERMA No.1 tahun 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan data primer berupa data perkara mediasi di PA Kelas 1 A Semarang. Untuk mengetahui prosedur pelaksanaan, metode yang digunakan adalah wawancara. Hasil dari penelitian ini, bahwa dalam 5 tahun terakhir, perkara yang dapat dimediasi di PA kelas 1 A Semarang sebanyak 2562 perkara. Dari jumlah tersebut, hanya sebanyak 35 perkara saja yang berhasil, atau tingkat keberhasilannya hanya sebesar 1,4%. Selain itu, tingkat keberhasilan perkara mediasi di PA Kelas 1 A Semarang tahun 2015 (sebelum PERMA No. 1 Tahun 2016) sebesar 2,7%. Sedangkan Tingkat keberhasilan perkara mediasi di PA Kelas 1 A Semarang dalam prosentase tahun 2016-2019 (setelah PERMA No. 1 Tahun 2016), jika dihitung berdasarkan rata-rata, didapatkan jumlah sebesar 0,9% atau kurang dari 1%. Dari hitungan ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa angka tingkat keberhasilan mediasi sebelum dan sesudah ditetapkannya PERMA No. 1 Tahun 2016 mengalami penurunan sebesar 1,8%.
Between Work and Family: Multiple Role Strategies of Career Women in Sultan Agung Islamic University Feria Tamara; Muchamad Coirun Nizar; M. Noviani Ardi
AL-HUKAMA: The Indonesian Journal of Islamic Family Law Vol. 13 No. 1 (2023): June
Publisher : State Islamic University (UIN) of Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/alhukama.2023.13.1.115-139

Abstract

Career women have their own challenges to manage interests between work and family. However, not all career women are able to answer the demands to execute these two interests optimally. This paper aims to see what is behind the dual role of career women at Sultan Agung Islamic University and how they negotiate these two interests. This study is an empirical study using a gender approach. This paper finds that the dominant factors that place them in a dual role are economics and self-existence. Therefore, the negotiation process by establishing communication and cooperation in the household is the main thing. This strategy has an important impact on how the power of mutual trust and an attitude of responsibility is built in husband and wife relationships. In this position, the dual role chosen by career women does not further corner her position as a woman, but instead strengthens her position as the key holder of harmonious and stable relationships in the household.