Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Akuntasi Berdasarkan SAK ETAP pada DIY (Do It Yourself) UMKM di Kabupaten Lumajang Rizal Tri Arifiyanto; Gaguk Apriyanto; Maxion Sumtaky
Jurnal Akuntansi dan Perpajakan Vol 7, No 2 (2021): September 2021
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/ap.v7i2.6286

Abstract

This study aims to analyze the application of accounting in DIY (Do It Yourself) MSME in Lumajang Regency and analyze the suitability of accounting application in the DIY (Do It Yourself) MSME in Lumajang Regency with SAK-ETAP. Researchers used qualitative descriptive research methods. The sample in this study was 10 respondents, the sampling technique used was the census. The analysis technique is through data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. The application of accounting DIY (Do It Yourself) MSME in Lumajang Regency is still very simple, most of them only record income and expenses and are recorded manually. The application of accounting in DIY (Do It Yourself) MSME in Lumajang Regency has not yet been in accordance with Financial Accounting Standards Without Public Accountability, because there are several stages that have not fulfilled the accounting cycle. This is due to a lack of technical knowledge in the preparation of financial reports, especially based on SAK-ETAP and a lack of awareness from the DIY (Do It Yourself) in Lumajang Regency about the importance of complete and standardized financial reports. The DIY MSME in Lumajang Regency feels that the financial statements that show the company's profit and loss are sufficient.
Efektivitas Penggunaan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat Program KOTAKU dalam Mendukung Inovasi Daerah Kabupaten Banyuwangi Noor Seto Ananta; Edi Subiyantoro; Maxion Sumtaky
Journal of Regional Economics Indonesia Vol 2, No 1 (2021): February 2021
Publisher : University Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.031 KB) | DOI: 10.26905/jrei.v2i1.6178

Abstract

Pencapaian tujuan pembangunan yang berkelanjutan tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan, sehingga pola pembangunan yang bersifat top down masih banyak terjadi di beberapa daerah. Pemanfaatan dana bantuan pemerintah yang tidak efektif juga menghambat perkembangan inovasi daerah. Maka dari itu, perlu dideskripsikan maksud dari inovasi daerah, mengevaluasi keterkaitan bantuan pemerintah dalam mendukung inovasi daerah, serta menganalisis efektivitas penggunaannya. Metode analisa yang digunakan dengan metode analisis deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa peran kepala daerah sangat mempengaruhi perwujudan inovasi daerah, penggunaan bantuan pemerintah menjadi efektif dengan adanya peran civil society. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan pembangunan yang berkelanjutan dapat dicapai dengan adanya kolaborasi dari semua pihak.
Transparansi Laporan Keuangan Desa Dalam Meningkatkan Efektivitas Pengelolaan Dana Desa Daniel Awallana Syafi'i Putra; Maxion Sumtaky
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4188

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran laporan keuangan desa dalam meningkatkan transparansi dan efektivitas pengelolaan dana desa di Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, serta telaah dokumen seperti APBDes, laporan realisasi anggaran, dan laporan pertanggungjawaban. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi diwujudkan melalui forum Musdus, Musdes, dan Musrenbangdes, serta publikasi infografis APBDes dan penggunaan media digital seperti WhatsApp yang memudahkan akses informasi bagi masyarakat. Efektivitas pengelolaan tercermin dari tingkat serapan anggaran rata-rata 82,17% yang termasuk kategori efektif, dengan dukungan tata kelola berbasis Siskeudes, penerapan padat karya, dan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan serta pengawasan kegiatan. Temuan juga menunjukkan bahwa rincian laporan keuangan yang lengkap dan mudah dipahami meningkatkan kepercayaan publik, memperkuat perencanaan partisipatif, serta mendorong rasionalisasi anggaran sehingga mengurangi potensi pemborosan. Secara keseluruhan, laporan keuangan desa berperan penting dalam memperkuat transparansi dan efektivitas pengelolaan dana desa, sehingga peningkatan kualitas akses informasi, profesionalisme aparatur, dan konsistensi penerapan standar pelaporan diperlukan untuk mendukung tata kelola desa yang akuntabel dan berkelanjutan.