p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Publikasi Pendidikan
Bhakti Prima Findiga Hermuttaqien
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Strategi Problem Based Learning (PBL) Terhadap Peningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Siswa Sekolah Dasar Bhakti Prima Findiga Hermuttaqien
Publikasi Pendidikan Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Prodi PGSD FIP UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v11i1.19692

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh peningkatan strategi pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar PKn siswa kelas V di SDN Sumber Porong 3 Lawang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas 5 SDN Sumber Porong 3 Lawang yang berjumlah 50 siswa. Sampel penelitian ini berjumlah 25 siswa yang diambil secara acak menggunakan teknik simpel random sampling. Sampel dibagi dalam kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan angket, observasi, dan test. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan uji normalitas, homogenitas dan uji T. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan strategi PBL dapat meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas 5 SDN Sumber Porong 3 Lawang yang dilihat dari hasil uji T. Data tersebut menunjukkan perbedaan hasil belajar yang sangat signifikan antara kelas control dan kelas eksperimen dengan nilai sig. (2-tailed) adalah 0,000 <0,05. Perbedaan juga dapat dilihat dari rata-rata nilai kelas dan ketuntasan klasikal yang diambil dari hasil post-test. Kelas eskperimen memiliki ketuntasan klasikal 100% dengan rata-rata nilai 90,75 dan kelas control memiliki ketuntasan klasikal 60% dengan rata-rata nilai 71,96. Selisih perbedaan nilai rata-rata kedua kelas adalah 18,79 dan selisih ketuntasan adalah 40%. Peningkatan hasil belajar siswa tidak hanya berasal dari siswa melainkan juga kinerja guru dalam pembelajaran yang didukung dengan kerjasama antar lembaga sekolah, kepala sekolah, guru dan orangtua dalam menyediakan sarana prasarana untuk mencapai hasil yang maksimal.
Analisis Kesiapan Guru Kabupaten Mamuju dalam Menyusun Soal TKA Berbasis Literasi Numerasi Bahar Bahar; Rahmawati Patta; Bhakti Prima Findiga Hermuttaqien; Rahmat Rahmat
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i2.86103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan guru sekolah dasar di Kabupaten Mamuju dalam menyusun soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis literasi numerasi dan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui angket, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Partisipan penelitian terdiri atas sembilan guru yang mewakili kategori kesiapan tinggi, sedang, dan rendah. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dengan kategori kesiapan tinggi memiliki pemahaman yang baik mengenai literasi numerasi, penyusunan indikator HOTS, serta kemampuan merancang soal kontekstual dan analitis. Guru kategori sedang telah memahami konsep dasar penyusunan soal TKA, namun masih memerlukan penguatan pada aspek teknis, terutama dalam penyusunan stimulus dan variasi bentuk soal. Sementara itu, guru kategori rendah mengalami keterbatasan dalam memahami karakteristik soal berbasis numerasi dan pengintegrasian kemampuan berpikir kritis dalam evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa kesiapan profesional, pedagogis, dan teknis menjadi faktor utama dalam pengembangan soal TKA berbasis literasi numerasi. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan berkelanjutan, pendampingan akademik, dan kolaborasi profesional untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang evaluasi pembelajaran yang berkualitas.